Liputan : Tim
Luwu Timur, batarapos.com – Proyek Gerbang Burau, Luwu Timur sudah nyebrang tahun, juga dapat penolakan dari warga.
Proyek gerbang Burau senilai Rp. 5.247.798.420,- bersumber dari APBD Luwu Timur T.A 2025 ini dikerjakan oleh PT. Pasele Karya Pratama berakhir kontrak pada Desember 2025 lalu, namun saat ini belum juga selesai dikerjakan.

Wandi, selaku warga kecamatan Burau menolak keras pembangunan proyek tersebut, penolakan itu disampaikan melalui tulisan di dinding pembatas proyek.
Wandi dan keluarganya merasa sangat dirugikan oleh pembangunan proyek tersebut, pasalnya akses masuk ke pekarangan rumah tertutup dengan desain dinding proyek yang tinggi.
” Ada lima pekarangan saya dan keluarga yang akan tertutup dengan proyek ini, karena dindingnya itu tinggi, kalau kami mau masuk ke pekarangan mau lewat dimana karena halaman kami tertutup,” Kesal Wandi.

Dia juga menyayangkan tindakan Pemda Luwu Timur yang seenaknya menempatkan proyek tanpa musyawarah dan tanpa memikirkan dampak dan kerugian bagi masyarakat.
” Memang kurang ajar mereka ini, bangun proyek tidak musyawarah ke kami, sementara kami yang terdampak, pekarangan kami tertutup, mau lewat dimana kami kalau besok-besok kami membangun lagi, material mau lewat dimana,” Ujar Wandi.
Wandi dan keluarganya mendesak pemerintah Luwu Timur menghentikan pembangunan proyek tersebut, dia juga mendesak pemerintah mengembalikan hak mereka untuk mengakses jalan nasional.
Terpisah, PPK Dinas PUPR Luwu Timur, Syahrir memilih bungkam saat dikonfirmasi batarapos.com setelah melihat aksi warga memasang baliho penolakan di lokasi proyek.










