Liputan : Rudini
Morowali, batarapos.com – Maskapai Sriwijaya Air resmi mengoperasikan penerbangan perdana nomor SJ 539 rute Morowali–Makassar, Kamis (12/02/2026), di Bandar Udara Morowali, Desa Umbele, Kecamatan Bumi Raya.
Momentum bersejarah ini semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, yang tercatat sebagai salah satu penumpang dalam penerbangan pertama tersebut. Pesawat tujuan Makassar itu terbang dengan kapasitas penumpang penuh (full seat), menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap dibukanya kembali akses penerbangan komersial dari Morowali.
Kehadiran Bupati Morowali Utara dalam penerbangan perdana ini menjadi simbol dukungan nyata terhadap peningkatan konektivitas udara di wilayah Morowali Utara, khususnya bagi masyarakat yang memanfaatkan Bandara Morowali sebagai akses transportasi strategis di Sulawesi Tengah.
Bupati Delis Julkarson Hehi menyampaikan apresiasi atas dibukanya rute Morowali–Makassar yang dinilainya sangat penting dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan.
“ Penerbangan ini bukan sekadar membuka rute baru, tetapi membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, dan mobilitas masyarakat. Konektivitas udara adalah kunci untuk mempercepat pelayanan publik dan memperluas jejaring antarwilayah, ” ungkapnya.
Ia menambahkan, rute langsung menuju Makassar akan memudahkan akses masyarakat Morowali Utara maupun Morowali dalam urusan pemerintahan, bisnis, kesehatan, hingga pendidikan.
“ Makassar adalah salah satu pusat transit dan perekonomian di Indonesia Timur. Dengan adanya penerbangan reguler ini, mobilitas masyarakat diharapkan semakin efisien dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan, ” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Morowali menyambut positif beroperasinya kembali penerbangan komersial di Bandara Morowali dan berharap frekuensi penerbangan dapat terus meningkat seiring tingginya kebutuhan transportasi udara.
Beroperasinya rute Morowali–Makassar ini menjadi momentum penting dalam pengembangan Bandara Morowali sebagai pintu gerbang transportasi udara yang strategis, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur.











