Diduga Sakit, Warga Rampi Ditemukan Meninggal di Kontrakan Masamba, Polisi Temukan Sejumlah Obat-obatan

Liputan : Dedi

Luwu Utara, batarapos.com – Warga di Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria yang telah membusuk di dalam rumah kontrakan yang terkunci dari dalam, di Kampal, Lingkungan Matoto, Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Selasa (14/7/2026).

Korban diketahui bernama Alweinzon Reymond L. alias Opo (52), seorang wiraswasta yang beralamat di Dusun Sulaku, Desa Sulaku, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara.

Kapolsek Masamba IPTU Sabaruddin mengatakan bahwa korban ditemukan setelah warga mencium aroma busuk yang berasal dari rumah kontrakan tersebut.

“ Awalnya beberapa warga hendak melakukan pengelasan di area parkiran rumah. Mereka mencium bau busuk yang sempat dikira berasal dari bangkai hewan. Namun karena baunya semakin menyengat, warga kemudian mencari sumbernya, ” kata Sabaruddin.

Menurutnya, salah seorang warga melihat banyak lalat masuk melalui jendela kamar mandi. Warga kemudian berupaya mengintip ke dalam rumah dengan melubangi bagian jendela yang terbuat dari tripleks.

“ Karena kondisi di dalam gelap, warga mengambil senter dan saat disorot terlihat kaki korban yang sudah dalam kondisi membusuk, ” ujarnya.

” Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke kepolisian. Personel Polsek Masamba bersama Tim Inafis Polres Luwu Utara dan petugas Puskesmas Masamba langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). PanduanKota & Daerah, ” sambungnya.

Sabaruddin mengatakan saat petugas tiba, rumah masih dalam keadaan terkunci dari dalam sehingga seorang warga diminta masuk melalui pintu belakang untuk membuka akses masuk ke rumah.

“ Saat anggota tiba di lokasi, rumah masih terkunci dari dalam. Selanjutnya petugas bersama warga membuka rumah agar Tim Inafis dapat melakukan olah TKP, ” katanya.

Lanjut Kapolsek, berdasarkan keterangan seorang saksi bernama Mustafa, korban terakhir kali terlihat sekitar lima hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Saat itu korban sempat singgah di rumah saksi usai membeli obat.

“ Korban sempat mengatakan tekanan darahnya kambuh setelah baru pulang makan daging dan habis membeli obat, ” jelas Sabaruddin.

Di dalam kamar korban, polisi menemukan sejumlah obat-obatan yang diduga rutin dikonsumsi, di antaranya Parsipen, Diclofenac Sodium, Methylprednisolone, Plantacid Forte, Mixagrip, dan Paramex.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban di Manado. Berdasarkan permintaan keluarga, jenazah dimakamkan di Masamba karena keterbatasan kondisi keluarga.

“ Keluarga korban yang berada di Manado meminta agar jenazah dimakamkan di Masamba mengingat jarak yang jauh dan orang tua korban sedang sakit keras. Keluarga juga telah membuat pernyataan menolak dilakukan autopsi, ” ujar Sabaruddin.

Sekitar pukul 13.20 Wita, jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Andi Djemma Masamba menggunakan mobil ambulans untuk penanganan lebih lanjut.

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan