Liputan : Rudini
Morowali Utara, batarapos.com – Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K., S.Pd., M.Pd., secara resmi melepas peserta Jalan Santai Kampanye Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Daerah (P2KBP3AD) Kabupaten Morowali Utara di Pelataran Kantor Bupati Morowali Utara, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya Forum Generasi Berencana (GenRe) Morowali Utara, Dharma Wanita Persatuan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD), serta anak-anak mulai dari jenjang PAUD/TK hingga SMP.
Peserta menempuh rute jalan santai dari Pelataran Kantor Bupati menuju Gedung Morokoa Kolonodale sebagai bentuk kampanye bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan perempuan dan anak.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Djira menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, perlindungan terhadap keduanya dari segala bentuk kekerasan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.
” Perempuan dan anak adalah pilar utama pembentukan masa depan sebuah peradaban. Mari kita jadikan kampanye ini sebagai momentum untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan penuh kasih bagi mereka, ” ujar Djira.
Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar soal kesetaraan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Menurutnya, perempuan yang memperoleh akses pendidikan, ekonomi, dan kesempatan sosial yang setara akan melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Djira juga mengingatkan pentingnya memenuhi hak-hak dasar anak, mulai dari hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh perlindungan, hingga hak menyampaikan pendapat. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, katanya, akan memiliki peluang lebih besar menjadi generasi yang tangguh menghadapi tantangan masa depan.
Ia mengajak seluruh masyarakat menghentikan segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual terhadap perempuan dan anak. Selain itu, masyarakat juga didorong membuka akses pendidikan yang setara bagi anak laki-laki maupun perempuan serta memperkuat solidaritas dalam menciptakan ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak.
” Ibu yang bahagia dan berdaya akan melahirkan anak-anak yang sehat dan cerdas. Sebaliknya, lingkungan yang ramah anak hanya akan terwujud apabila perempuan diberi ruang untuk memimpin, bersuara, dan mengambil keputusan, ” katanya.
Usai menyampaikan sambutan, Wakil Bupati secara resmi melepas peserta dengan mengucapkan,
“Bismillahirrahmanirrahim, Jalan Santai Kampanye Perlindungan Perempuan sekaligus memperingati Hari Anak Nasional ke-42 dengan resmi saya nyatakan dilepas. ”
Pada kegiatan tersebut, Djira didampingi Ketua I TP-PKK Kabupaten Morowali Utara Ny. Widyawati M. Djira, Kepala Dinas P2KBP3AD Kabupaten Morowali Utara Alno Berniat, SKM., M.Kes., serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.
Sesampainya di Gedung Morokoa Kolonodale, peserta mengikuti senam bersama yang melibatkan anak-anak dan kaum perempuan, kemudian menikmati makanan sehat sebagai bagian dari kampanye pola hidup sehat bagi keluarga.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan perempuan dan anak semakin meningkat.
Kampanye tersebut juga mengajak masyarakat menerapkan pola pengasuhan yang positif serta berani melaporkan setiap bentuk kekerasan agar korban dapat segera memperoleh perlindungan dan pendampingan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan, diharapkan budaya menghormati hak-hak perempuan dan anak terus menguat sehingga tercipta lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus di Kabupaten Morowali Utara.












