Liputan : Yusri
Bone, batarapos.com – Skil pertukangan warga Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, rupanya tidak diragukan lagi, meski mereka mayoritas petani. Namun soal kualitas pekerjaan bidang kontruksi rupanya bisa diandalkan.
Suntikan dana segar program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Pompengang Jeneberang Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Pompengang Jeneberang senilai Rp 195.000.000 tahun anggaran 2026 sepenuhnya dikerjakan warga lokal Desa Selli, Kecamatan Bengo.
Di tangan terampil para tukang warga lokal ini, kualitas pekerjaan proyek aspirasi yang dikelola Perkumpulan Petani Pemakai Air untuk pekerjaan Daerah Irigasi Coppobulu Selli tidak diragukan lagi. Seperti yang terpantau di lapangan, pada pekerjaan saluran irigasi tersebut.
Pemasangan batu kosong aanstamping dilakukan secara vertikal untuk memperkuat dinding saluran, begitu juga rongga batu yang masih terlihat, pekerja melumuri adonan campuran dengan takaran 3 gerobak pasir dan satu sak semen agar kokoh
Erwin Ketua RW Desa Selli yang monitoring program P3-TGAI diwilayah kerjanya membeberkan, kualitas pekerjaan tentu menjadi prioritas utama. Terlebih yang mengerjakan warga lokal.
” Kita berdayakan warga lokal karena yang akan menikmati kedepannya adalah petani sendiri, tentu mereka maksimalkan pekerjaanya, ” kata Erwin kepada batarapos.com rabu 12 Agustus 2026.
Ketua RW Dusun Libureng ini juga memeberkan sistem pekerjaan proyek pembangunan irigasi coppobulu Selli dilakukan sistem rolling dengan memberdayakan 15 RT secara bergantian, dan untuk upah pekerja dibayar harian.
” Buruh seratus ribu rupiah sementara kepala tukang diupah seratus tiga puluh ribu rupiah per hari, ”
Erwin juga membeberkan selain upah pekerja dikantongi utuh masyarakat, biaya konsumsi para tenaga juga ditanggung pengelola anggaran P3-TGAI dengan melibatkan warga setempat untuk menyediakan makan dan minum pekerja.
” Kita juga berdayakan masyarakat khususnya ibu rumah tangga untuk menyediakan konsumsi makan siang dan kopi pekerja, mereka dibayar dua ratus ribu rupiah per hari, jadi pekerja tidak rapot lagi dirumah membawa bekal ,”
Selain pembangunan fisik yang dapat dinikmati masyarakat khususnya para petani di wilayah Desa Selli, Kecamatan Bengo, secara berkelanjutan. Warga setempat juga menikmati anggaran yang dikucurkan pemerintah.
” Kami sangat berterima kasih bentuk perhatian pemerintah, baik Daerah maupun Pusat. Anggaran yang berikan untuk pembangunan bisa dinikmati warga, ” terang Ketua RW Dusun Libureng, Erwin.













