Liputan : Rudini
Morowali Utara, batarapos.com – Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K., S.Pd., M.Pd., membuka secara resmi Seminar Akhir Dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PGBPSDL) serta Dokumen Rencana Aksi Daerah Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (RAD-MAPIK).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Tepotowoa, Kantor Bappelitbangda Kabupaten Morowali Utara, Kamis (17/9/2026).
Turut hadir mendampingi Wabup Djira, Kepala Bappelitbangda Morowali Utara Gerzom Tandi, ST., M.Eng., sejumlah pejabat Eselon II dan III, para camat, serta perwakilan pemerintah kecamatan se-Kabupaten Morowali Utara.
Sesaat sebelum membuka kegiatan, Wabup Djira menyampaikan bahwa penyusunan kedua dokumen rencana aksi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Morowali Utara untuk periode 2026–2030.
Menurutnya, perencanaan tersebut harus dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mengoptimalkan berbagai potensi pangan yang dimiliki daerah. Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu mempersiapkan langkah adaptasi terhadap perubahan iklim yang dapat memberikan dampak terhadap produktivitas dan hasil pertanian.
“ Saya meminta kepada seluruh Perangkat Daerah agar mencermati seluruh rencana aksi yang telah disusun dan mengintegrasikannya ke dalam tugas dan fungsi masing-masing, ” ujar Wabup Djira.
Ia juga menekankan pentingnya hasil seminar menghasilkan indikator yang jelas serta target yang terukur. Hal tersebut diperlukan untuk menilai sejauh mana sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai, termasuk mengidentifikasi target yang masih memerlukan tindak lanjut.
Dengan demikian, berbagai program yang telah direncanakan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“ Mari kita jadikan momentum ini sebagai komitmen bersama. Kita bangun pangan dari potensi daerah, kita tingkatkan kualitas gizi masyarakat, kita perkuat ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim, dan yang paling penting kita pastikan pembangunan hari ini menjadi warisan yang baik bagi generasi Morowali Utara di masa depan, ” pungkasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan pembahasan dokumen bersama para narasumber dari SMART ID Malang.
Seminar akhir ini diharapkan dapat menyempurnakan dokumen RAD-PGBPSDL dan RAD-MAPIK sehingga menjadi acuan pemerintah daerah dalam menyusun dan melaksanakan program pembangunan pangan, gizi, serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.













