Dari Kampung Kumuh Menjadi Kampung Minapolitan

14

 

Luwu Timur, batarapos.com – Desa Burau Pantai, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, dulunya dipandang sebagai kampung kumuh dan sangat tertinggal.

Dimana masyarakatnya, hanya mengandalkan tanaman kakao yang kerap terendam banjir dan sebagian lagi sebagai nelayan tangkap.

Tak heran saat ini, ekonomi masyarakat Desa Burau Pantai meningkat drastis dengan beralihnya masyarakat dari petani kebun ke pembudidaya rumput laut.

Meski masih ada masyarakat yang memiliki rumah ramuan kayu namun masyarakat di Desa ini dominan memiliki rumah permanen.

Yang dulunya harta berharga mereka hanya sebuah sepeda, saat ini hampir disetiap rumah telah memiliki kendaraan motor bahkan beberapa masyarakat sudah memiliki kendaraan roda empat (mobil) dari hasil budidaya rumput laut.

“Desa ini dulu seperti kampung kumuh, masyarakat berkebun kakao dan nelayan tangkap, kebun kakao sering gagal lantaran Desa ini kerap banjir dan air pasang surut, setelah masyarakat beralih ke rumput laut, ekonomi masyarakat disini meningkat drastis, bahkan beberapa masyarakat tidak lagi menerima bantuan seperti PKH karena dinyatakan sudah mampu” Ungkap Akmal Jufri, Kepala Desa Burau Pantai.

Dari hasil panen dengan usia kisaran 40 sampai 45 hari, masyarakat bisa meraup hasil 20 hingga 115 juta per panennya, sehingga Desa ini sekarang dijuluki, kampung minapolitan.

Desa Burau Pantai merupakan wilayah produksi rumput laut jenis eceumha katoni terbanyak di Luwu Timur, yang rata-rata memproduksi 30 truck atau 240 ton yang ditaksir 5,5 Milyar per panennya. (***).

SebelumnyaAliansi Keluarga Rongkong (AKAR) Gelar Rapat Kerja Periode 2019-2024
SelanjutnyaSatres Narkoba Polres Toraja Berhasil Meringkus Dua Terduga Pengedar Narkoba Jenis Sabu