Demo OPM Terus Berlanjut, Kapolda Sulsel Diminta Tutup Tambang Ilegal di Gowa 

238

Gowa, batarapos.com – Sebelumnya gerakan mahasiswa di Provinsi Sulawesi Selatan, telah digadang-gadang bakal turun ke lapangan melakukan unjuk rasa terkait aktivitas sejumlah lokasi tambang liar, ilegal serta merusak lingkungan yang telah lama beroperasi dan diduga telah terjadi pembiaran oknum-oknum aparat penegak hukum.

Akibatnya gerakan mahasiswa yang tergabung dalam  mDewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM) setelah melihat adanya pelemahan penegakan hukum dalam menindak tegas pengusaha pengelola tambang liar dengan mempergunakan alat berat, menunjukkan aksinya, Kamis (10/12/2020).

Kami sudah mendapatkan banyak temuan, sudah seharusnya Bupati dan Polres Gowa melakukan tindakan, ketika apa yang menjadi tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan gelar aksi besar-besaran di Polda Sulawesi Selatan pekan depan”, ungkap Saharuddin selaku jenderal lapangan.

Aksi ini sendiri melibatkan puluhan mahasiswa dengan menitik beratkan sedikitnya dua titik lokasi unjuk rasa yakni di depan Kantor Polres Gowa dan Kantor Bupati Gowa.

Mereka menuntut pihak berwajib dan pemerintah agar mencopot oknum-oknum jajarannya dan memproses hukum para pengusaha tambang yang terlibat, serta berharap lokasi-lokasi tambang liar segera ditutup aktivitasnya dan segera menyita sejumlah alat berat sebagai barang bukti.

Kuat dugaan ada kongkalikong antara pengusaha tambang dan pihak pemangku jabatan baik dari istansi kepolisian maupun pemerintah setempat“, paparnya.

Selain itu dalam orasi mahasiswa yang disampaikan jenderal Ketua OPM UNM bernama Ilham juga menegaskan, OPM tidak pernah main-main dalam melakukan gerakan dan akan mengusut sampai tuntas.

Pihak Polres dan Bupati Gowa segera mungkin mencopot Camat dan Polsek yang terlibat, karena dia sudah jelas melakukan pembiaran terhadap tambang yang beroperasi secara ilegal,” ujarnya dalam suara orasi.

Adapun sejumlah tuntutan DPP OPM saat aksi unjuk rasa yaitu :

1. Mendesak Kapolda Sulsel menutup semua tambang ilegal di Kabupaten Gowa Dan tangkap oknum-oknum yang terlibat didalamnya.

2. Mendesak Kapolres Gowa mencopot Kapolsek Bontonompo, Bajeng, Parangloe, Biringbulu, Bontomarannu, Palangga yang diduga melakukan pembiaran terhadap Maraknya tambang galian c, di wilayah masing-masing.

3. Mendesak Bupati Gowa mencopot Camat Bajeng, Parangloe, Biringbulu, Bontonompo, Bontomarannu.

4. Tindak Lanjut dari aksi DPP OPM adalah laporan resmi kepada Kapolda Sulsel pekan depan

Dalam aksi tersebut dikawal ketat pihak Kepolisian Polres Gowa dan berjalan lancar aman serta damai. (Zul/Yusri).