15 Februari 2026, 11:26 am

Diawasi Ketat Pegawai PSDA Provinsi, Abdul Salam Akui Proyek BBWS di Selli Tanpa Gambar ? 

Liputan : Yusri

Bone, batarapos.com – Pegawai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Salam angkat bicara, terkait proyek Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengang Jeneberang di Dusun Libureng, Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone yang didatangi Aparat Penegak Hukum (APH) kemarin.

Kepada wartawan, Abdul Salam mengaku tidak terlibat secara langsung di proyek BBWS Pompengang Jeneberang yang dikerjakan pihak rekanan kontraktor PT Wika, meski keberadaannya hampir setiap hari terlihat mangkal di lokasi pekerjaan.

” Juru bantunya irigasi Coppobulu itu saya dikasih SK kemarin dari PSDA CKTR Provinsi untuk monitoring,” Kata Abdul Salam saat dikonfirmasi Batarapos.

Abdul Salam menggambarkan proyek fisik saluran irigasi yang membentang sepanjang kurang lebih 5 kilo meter, mengikuti ruas jalan Coppobulu itu merupakan rehabilitasi. Dimana pengerjaannya tidak menggunakan desain gambar oleh Dinas terkait selaku Pengguna Anggaran.

” Saluran irigasi dibawahkan Eksisting jadi mengikuti bentuk semula, Saya liat disitu pekerjaan kalau dibongkar dan masih kuat dibawah disisakan. Tapi kalau memang kalah baru dibongkar semua,” Terangnya.

Saat dicecar pertanyaan awak media batarapos.com terkait kondisi pekerjaan pihak rekanan kontraktor yang diduga kuat tidak sesuai spesifikasi dan terkesan asal jadi, Abdul Salam selaku monitoring berani jujur masih perlu dimaksimalkan dan dibeberapa titik termasuk diperbaiki ulang.

” Saya tidak bisa mengatakan berkualitas atau tidak kanda, tapi menurut saya kalau kurang saya kasih masukan,” Tegas Abdul Salam.

Selain saluran irigasi yang keciprat anggaran pekerjaan rehabilitasi, rupanya bendungan irigasi tersebut juga bakal dikerja pihak kontraktor. Sejumlah bahan material yang nantinya dibutuhkan dilokasi mulai disiapkan, namun sampai detik ini dalam konfirmasinya Abdul Salam, gambar desain perencanaan belum jadi.

” Gambarnya belum keluar sementara masih berproseski, dari pada menunggu gambarnya keluar baru mau kerja lambatki dan berjalan terus waktu pekerjaannya, jadi kita kerja saja dulu dibawah karena tidak butuh gambarji,” Jjelas Abdul Salam.

Dari hasil dokumentasi
batarapos.com dilokasi pekerjaan saluran irigasi yang direhabilitasi, memperlihatkan hasil pekerjaan yang buruk rupa, dan diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis. Seperti kondisi pekerjaan irigasi yang berada tidak jauh dari lingkungan penduduk.

Dimana saluran lama tersebut hanya dibongkar bagian top atas, sementara untuk mengelabui saat pemeriksaan nantinya. Plasteran dinding bagian dalam saluran tidak dikupas dan langsung dipoles campuran semen, agar terlihat pekerjaan baru, sehingga sangat berpotensi usia rehabilitasi saluran ini tidak bertahan lama.

” Salah memang ini tidak natotolki, harusnya dikupas dulu (plasteran lama),” Kata Irwan Pelaksana PT Wika.

Masih dititik lokasi pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi, keretakan dibeberapa titik sudah dipoles semen untuk menutupi keretakan. Dan sebahagianya lagi dibongkar ulang, lalu kemudian dilakukan plasteran baru oleh tangan-tangan pekerja.

” Memang kita pakai semen (menutupi keretakan) tapi ada lagi perintah kemarin pakai pasir, Itu retak pengaruh cuaca karena panas sekali,” Tambah pekerja.

Terpisah Batarapos.com mencoba melakukan konfirmasi Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Lappariaja terkait kunjungan stafnya namun tidak direspon. (Tim)

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan