3 Maret 2026, 11:18 am

Diduga Aniaya Siswa Yang Sedang Sakit, Kepala SD di Malili Dipolisikan

Luwu Timur, batarapos.com – Kepala Sekolah Dasar (SD) 227 Puncak, kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, dipolisikan orang tua siswa.

Berdasarkan surat tanda penerimaan laporan pengaduan pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2022, Waldi melaporkan NR selaku Kepala SDN 227 Puncak atas dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur di Mapolres Luwu Timur.

Waldi, warga Desa Puncak Indah, kecamatan Malili, tidak terima lantaran anaknya MF (7) yang masih kelas 2 itu diduga dianiaya oleh NR saat MF dalam kondisi meringis kesakitan dibagian usus yang rencananya akan dilakukan kontrol lanjutan ke rumah sakit.

” Saya sudah laporkan di Polres, kami tidak terima karena anak kami dianiaya, sementara anak kami ini sedang berjuang melawan sakitnya, rencana mau kontrol lagi ke rumah sakit sesuai jadwalnya,” Ungkap Orang tua siswa.

Menurut Waldi, pada hari Senin 24 Oktober 2022, sebelum anaknya ke sekolah sempat mengeluh sakit dibagian perut, namun anaknya tetap ingin ke sekolah.

Saat tiba di sekolah, korban mengikuti upacara bendera, tapi saat berlangsung upacara, korban mulai merasakan perutnya semakin sakit, akhirnya dibawa oleh kakak kelasnya ke ruang UKS.

Kakak kelasnya menyuruh korban untuk istrahat dan baring di dalam ruang UKS, setelah upacara, Kepala Sekolah masuk ke ruang UKS, karena takut, korban memaksakan diri untuk duduk dengan posisi berlunjur atau kedua kaki kedepan.

Melihat korban yang sudah duduk, NR semakin mengomel, diduga langsung menampar korban dibagian kepala atas telinga, kejdian itu dilaporkan korban ke orang tuanya.

” Saat upacara anak ku ini sakit, dibawa ke UKS sama kakak kelasnya disuruh baring, setelah upacara selesai masuk ini kepala Sekolah di UKS mengomel bilang begini alasan semua ji ini sakit tidak mau ikut upacara, dan langsung memukul anak ku dibagian kepala,” Kata Waldi mengutip laporan anaknya.

Setelah mendengar pengaduan anaknya, Waldi menyuruh istrinya ke sekolah mempertanyakan alasan kepala Sekolah menampar anaknya yang dalam keadaan sakit sembari membawa bukti hasil USG dan pemeriksaan dokter di RSUD I lagaligo.

Saat bertemu, NR mengakui telah menampar korban, namun NR berdalih hanya pelan menampar korban, ” Iya ibu saya kasi begitu tapi pelan ji,” jawab NR menurut Waldi.

Tim batarapos.com/Wafid

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan