iklanvale-bawahheader(mob)

Diduga Salah Paham Soal BLT, Puluhan Warga Seruduk Kantor Desa Pertasi Kencana

Luwu Timur, batarapos.com – Puluhan warga seruduk Kantor Desa Pertasi Kencana, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Senin (18/5/2020) siang tadi.

Kedatangan puluhan warga itu diduga salah paham soal pendataan dan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos.

Sempat terjadi tegang antara aparat Desa dan puluhan warga itu, untungnya pihak Kepolisian segera tiba di Kantor Desa untuk menenangkan warga.

Beberapa warga yang tidak menerima BLT menuntut aparat Desa, pasalnya BLT Dana Desa telah disalurkan oleh pemerintah Desa ke warga lainnya.

Saya ini warga paling miskin di Desa Pertasi Kencana kenapa saya tidak dikasi bantuan” Teriak salah satu warga dihadapan aparat Desa.

Warga pun menilai ada kecurangan dalam pembagian BLT yang rata-rata orang tidak mampu menerima BLT.

“Kami menilai ada kecurangan pembagian BLT ini, kenapa rata-rata orang tidak mampu tidak dikasi BLT” Kata warga.

Tuntutan itu ditampik oleh pemerintah Desa, menurutnya, warga yang tidak menerima BLT adalah warga yang namanya terdata sebagai penerima PKH dan BST.

Rata-rata yang datang ini namanya terdaftar di penerima PKH dan tengah pengusulandi BST, jadi secara otomatis mereka tidak diberikan BLT dana Desa, kalau diberikan takutnya penerima ganda” ungkap (Sammang) Kepala Desa Pertasi Kencana.

Namun demikian Sammang mengakui bahwa terkhusus nama yang diajukan di BST yang sampai saat belum keluar dan ditetapkan akan mendapat jaminan, apabila nama warga tersebut tidak keluar sebagai penerima BST maka secara otomatis akan diberikan BLT Dana Desa.

Memang nama yang masuk pengusulan BST belum keluar dari kemensos, tapi apabila nama itu nantinya memang tidak keluar maka kami akan masukkan dan berikan BLT dana Desa itu jaminannya” Kata Kepala Desa Pertasi Kencana.

Aksi puluhan warga dihalaman kantor Desa itu berlangsung sekitar 1 jam lebih, dimana puluhan warga berangsur membubarkan diri setelah mendengar penjelasan pemerintah Desa. (**).

Vale Idul Fitri
Jangan Lewatkan
Komentar
Loading...