18 Juni 2024, 3:35 am

Diduga Setelah Dianiaya Korban Jatuh dari Gunung Hingga Tewas, Ini Pengakuan Korban Lainnya

Luwu Timur, batarapos.com – Satu peserta Diksar Komunitas Pecinta Alam (KPA) di Luwu Timur tewas diduga dianiaya, Sabtu (13/3/21).

Korban tewas dengan wajah memar diduga dianiaya adalah Muh. Rifaldi (18) Warga Desa Kanawatu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur.

Dua rekan almarhum yang juga diduga menjadi korban penganiayaan adalah Riki dan Adit mengaku mengalami kekerasan fisik saat berada digunung.

Kepada batarapos.com Adit (14) mengatakan bahwa peserta diksar sebanyak 14 orang, diantaranya 10 pria dan 4 wanita.

“Iya kami dipukul, hari pertama kami masih sama semua, pas pencabutan HAM, kami dipukul, malam juga kami dipukul, tidak tahu malam keberapa itu ini teman jatuh dari gunung, pas sampai puncak kami mau ambil tapi dibilang tinggali saja nanti kami panitia yang urus jadi kami tinggali, hari terakhir baru kami tahu kalau sudah meninggal” Kata Adit kepada batarapos.com, malam tadi.

Keterangan sama juga diungkapkan Riki (19), ia mengaku seluruh peserta dipukulj oleh panitia KPA Sanggar Kreatif Anak Rimba (SANGKAR).

“Iya kami itu empat belas orang dipukuli sama panitia KPA Sangkar” Ungkapnya sembari meringis kesakitan dengan kondisi kaki yang masih memar.

Para korban tidak mengetahui persis lokasi tempat mereka diksar, mereka hanya mengatahui di wilayah Kecamatan Bone-Bone.

Malam ini almarhum Muh. Rifaldi telah disemayamkan di Rumah duka di Desa Kanawatu, rencananya almarhum akan dimakamkan Minggu 14 Maret 2021. (Tim).

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

3,001FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan