
Liputan : Dedhy
Luwu Utara, batarapos.com — Aktivitas sabung ayam yang dilaporkan marak terjadi di wilayah hukum Polsek Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara, menuai sorotan dari masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dari laporan warga, sejumlah titik diduga dijadikan tempat arena sabung ayam.
Salah satu lokasi yang disebutkan berada di Lorong Bakti, Dusun Tanete, Desa Poreang, Kecamatan Tanalili.
Namun, respons aparat kepolisian setempat dinilai tidak maksimal. Saat dikonfirmasi terkait laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Bone-Bone, Ipda Sudarman, justru diduga mengirimkan foto kejadian lama dan mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan penggerebekan.
Setelah ditelusuri, foto yang dikirim tersebut diduga merupakan dokumentasi lama yang diambil pada bulan Ramadan lalu, bukan dari lokasi yang dilaporkan warga saat ini.
Selain itu, terdapat perbedaan mencolok antara lokasi dalam foto dengan keterangan warga.
Warga menyebut arena sabung ayam di Dusun Tanete, dipagari menggunakan jaring waring. Sementara dalam foto yang dibagikan, terlihat area kebun kelapa sawit tanpa ciri-ciri tersebut.
Foto itu sendiri diketahui diambil di sekitar Baptek Desa Rantepolio, Kecamatan Tanalili, yang menunjukkan aparat kepolisian bersama TNI sedang melakukan penggerebekan di lokasi berbeda.
Saat dikonfirmasi, Ipda Sudarman mengaku tidak turun langsung ke lokasi dan hanya mengarahkan anggotanya.
“ Anggotaji yang pergi cek, soalnya saya lagi urusi kasus di kantor, ” tulisnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (3/4/2026) malam.
Namun, ketika ditanyakan terkait keaslian foto yang dikirim, ia berdalih bahwa dokumentasi tersebut adalah penggerebekan terbaru yang dimilikinya.
“ Ituji foto sa dapat yang penggerebekan terbaru, ” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa laporan resmi terkait aktivitas tersebut belum tersedia.
“ Belum ada narasinya, tunggu intel buat narasi dulu, ” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Bone-Bone, AKP Muhajir, menyatakan akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut dengan memanggil anggotanya untuk klarifikasi.
“ Besok saya panggil. Kebetulan saya ke Wotu, karena sejak Lebaran baru saya pulang ke rumah, ” ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat yang berharap adanya tindakan tegas dari aparat kepolisian terhadap dugaan praktik sabung ayam, serta transparansi dalam menangani laporan warga.












