Empat Desa di Burau Keluhkan Penumpukan Buah Sawit Akibat Penyerapan PTPN IV Tersendat

- Advertisement -iklan

Liputan : Tim

Luwu Timur, batarapos.com – Petani sawit empat desa di kecamatan Burau mengeluh lantaran hasil panen menumpuk tidak terserap oleh pabrik sawit PTPN IV.

Mereka mendesak PTPN IV agar segera menyerap hasil panen petani lokal di kecamatan Burau, sebelum terjadi kerugian besar terhadap petani.

iklan

Pemerintah empat desa yakni, Desa Lauwo, Desa Lagego, Desa Burau dan Desa Burau Pantai serta pemerintah kecamatan Burau akhirnya menghadirkan pihak perusahaan untuk mencari solusi keluhan petani.

Pertemuan antara petani empat Desa, pemerintah desa, pemerintah kecamatan serta pihak perusahaan dilaksanakan di Desa Lauwo, Kamis 09 April 2026.

“ Masyarakat sudah mengeluhkan penumpukan buah sawit yang tersendat penyerapan oleh perusahaan, ini bisa merugikan petani lokal jika lambat ditangani,” Kata Akbar Huzair, Kepala Desa Lagego.

Dalam pertemuan musyawarah tersebut dihadiri langsung Manager PTPN IV, Muhammad Imran Harahap, dia menyatakan komitmen untuk memprioritaskan penerimaan Tandan Buah Segar (TBS) dari keempat desa tersebut.

Menurutnya, kendala yang terjadi disebabkan oleh kapasitas tangki penampungan CPO yang telah mencapai batas maksimal (overload), sehingga menghambat proses pengolahan.

” Kami sedang mengupayakan percepatan pengapalan CPO yang dijadwalkan berlangsung dalam minggu ini. Jika proses pengapalan berjalan lancar, kapasitas tangki akan kembali normal dan penerimaan buah dari petani dipastikan berjalan lancar seperti semula,” Ujar Muhammad Imran Harahap dihadapan petani dan pemerintah.

Pemerintah empat desa dan pemerintah kecamatan Burau melalui kesepakatan ini, berharap agar sinergi antara pihak terkait termasuk perusahaan dapat memulihkan stabilitas ekonomi petani sawit di Kecamatan Burau.

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan