Liputan : Dedhy
Luwu Utara, batarapos.com – Wakil Bupati Kabupaten Luwu Utara, Jumail Mappile, menghadiri rangkaian kegiatan adat Tudang Ade’ dan Sidang Adat Kedatuan Luwu dalam rangka peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80. Kegiatan tersebut digelar di Istana Kedatuan Luwu, Rabu (21/01/2026) kemarin.
Kehadiran Wakil Bupati Luwu Utara tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda adat dan refleksi sejarah untuk mengenang perjuangan Pahlawan Nasional Andi Jemma bersama rakyat Luwu dalam mempertahankan kemerdekaan pada peristiwa bersejarah 23 Januari 1946.
Dalam forum Tudang Ade’, sejumlah agenda strategis dibahas, di antaranya penguatan nilai-nilai budaya melalui pelestarian tradisi Maddararing sebagai landasan pengambilan keputusan adat di Tana Luwu, penguatan sinergi dan silaturahmi antar wilayah di Tana Luwu, meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Kota Palopo, serta daerah tetangga seperti Kolaka Utara.
Pada kesempatan tersebut, Jumail Mappile didaulat sebagai perwakilan kepala daerah se-Tana Luwu untuk menyampaikan pandangan di hadapan Datu Luwu terkait gerakan dan aspirasi masyarakat Tana Luwu saat ini, khususnya mengenai cita-cita pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.
Dalam sambutannya, Jumail Mappile mengutip falsafah Luwu, “Tana Luwu wanua mappatuo naewai alena”, yang berarti Tanah Luwu adalah wilayah yang melahirkan dan memberi kehidupan.
“ Makna kalimat ini adalah semangat untuk menjaga, mencintai, dan memajukan tanah leluhur kita, yaitu Tana Luwu, ” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dalam konteks pembentukan Provinsi Luwu Raya, filosofi tersebut mencerminkan rasa kepemilikan dan kecintaan terhadap Tana Luwu, semangat membangun daerah secara berkelanjutan, serta kesadaran kolektif untuk menjaga warisan budaya dan alam.
“ Kalimat ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Luwu untuk bersatu dan berjuang demi kemajuan Luwu Raya, ” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Jumail Mappile juga mengutip petuah bijak Luwu, “Resopa temmangingi namalomo naletei pammase dewata”, yang bermakna bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja keras dan ketekunan.
“ Untuk mewujudkan Provinsi Luwu Raya sebagai DOB, seluruh pihak harus bekerja keras dan bergerak bersama, karena tantangan ke depan tentu tidak ringan, ” pungkasnya.











