Liputan : Rudini
Morowali Utara, batarapos.com – Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Morowali Utara, Agus Tengkow, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, tidak terjadi kelangkaan LPG tabung 3 kilogram di wilayah Morowali Utara, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Agus menjelaskan, penyaluran LPG 3 Kg berjalan setiap hari melalui empat agen resmi yang menyalurkan secara bergiliran ke seluruh kecamatan, seperti Petasia, Petasia Timur, dan Petasia Barat. Sistem distribusi tersebut dinilai berjalan dengan baik dan sesuai prosedur.
“ Kalau dibilang langka, berdasarkan hasil pemantauan kami, tidak ada kelangkaan. Penyaluran itu terus berjalan setiap hari dan disalurkan dengan baik, ” ujar Agus.
Harga Tinggi Terjadi di Tingkat Pengecer
Menurut Agus, isu kelangkaan yang ramai diperbincangkan masyarakat, termasuk di media sosial, lebih banyak disebabkan oleh permainan harga di tingkat pengecer, bukan di agen atau pangkalan resmi.
Ia mengungkapkan adanya praktik tidak sehat, di mana LPG dibeli dari satu pangkalan lalu dikumpulkan dan dijual kembali ke pengecer dengan harga tinggi. Akibatnya, masyarakat membeli LPG 3 Kg dengan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“ HET itu Rp. 26 ribu. Kalau di pengecer dijual sampai Rp. 60 ribu bahkan Rp. 70 ribu, itu di luar kewenangan kami karena pengecer belum diatur dalam undang-undang, ” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan akan menindak tegas pangkalan yang terbukti menjual LPG ke pengecer atau kios tidak resmi.
“ Kalau kami dapati pangkalan menjual ke kios atau pengecer, kami laporkan ke agen, dan agen yang akan menindak sampai pencabutan izin, ” tegas Agus.
Pengawasan Terpadu Libatkan Aparat Penegak Hukum
Pemkab Morowali Utara dan akan meningkatkan pengawasan terpadu dengan melibatkan kepolisian, kejaksaan, dan Satpol PP untuk menelusuri jalur distribusi
LPG 3 Kg yang tidak sesuai aturan.
Penyebab Lonjakan Permintaan LPG 3 Kg.
Agus Tengkow juga memaparkan sejumlah faktor utama yang menyebabkan meningkatnya permintaan LPG 3 Kg, khususnya saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2026, antara lain:
1. Meningkatnya aktivitas UMKM, terutama pedagang makanan di pasar-pasar Ramadhan.
2. Pertumbuhan jumlah penduduk akibat masuknya tenaga kerja sektor pertambangan.
3. Penggunaan LPG 3 Kg oleh masyarakat mampu dan ASN, yang seharusnya tidak menjadi sasaran subsidi.
4. Kuota LPG 3 Kg dari pemerintah pusat masih terbatas dibandingkan kebutuhan riil daerah.
Kuota LPG 3 Kg Naik, Namun Masih Dinilai Kurang
Untuk diketahui, besaran alokasi LPG 3 Kg untuk Kabupaten Morowali Utara mengalami peningkatan:
• Tahun 2025: 2.536 metrik ton (MT)
• Tahun 2026: 2.856 metrik ton (MT)
• Kenaikan: 320 MT
Namun demikian, Agus menilai kenaikan tersebut belum mencukupi seiring pesatnya pertumbuhan penduduk akibat sektor pertambangan.
“ Penduduk bertambah karena tambang, otomatis kebutuhan LPG juga meningkat. Kami akan berupaya mengusulkan penambahan kuota ke pemerintah pusat, ” pungkasnya.












