Kasihan, Janda Miskin di Bone Tidak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah

750

Bone, batarapos.com – Ditengah kesulitan perekonomian masyarakat pasca suasana pandemik Virus Corona (Covid19), pemerintah programkan sejumlah bantuan kepada masyarakat.

Baik Masyarakat miskin maupun yang terdampak Covid19 berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT Desa), Bantuan Sosial Tunai (BST) hingga perluasan Bantun Pangan Non Tunai (BPNT) Kemensos.

Namun sepertinya keberuntungan itu belum tertuju bagi keluarga Sitti Habibah, warga Dusun Malaka, Desa Mattaropuli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone ini.

Janda berusia (67) Sitti Habibah mengaku tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah, baik berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial, terlebih Bantuan Langsung Tunai melalui Dana Desa. (BLT Desa).

Dalam konfirmasinya kepada batarapos dikediamanya kemarin (Jumat, 05/03/2021) mengaku dirinya hanya kerap mendapat belas kasihan dari tetangganya tak lain merupakan peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Kadang nakasika tetanggaku kalau sudah menerima (Penyaluran) bantuan. Biasa 5 butir telur (Kadang) juga 1 rak telur”,ucap Sitti Habibah dengan bahasa bugis.

Sitti Habibah juga membeberkan nama peserta penerima Bantuan Pangan Non Tunai yang kerap memberikanya bantuan diantaranya Lading, June, Junusia.

“Mereka juga orang miskin tapi mungkin dia kasihan sama saya karena ada cucu saya”,tambahnya.

Sitti Habibah juga mengaku sudah sering didatangi oleh seseorang untuk melakukan pendataan termasuk mengambil copyan berkas seberti Kartu Keluarga dan Ektp miliknya, namun tidak ada hasil.

“Sering sekali mi datang ambil photo copy Kartu Keluar (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (E-Ktp)”, tambahnya lagi.

Jika melirik kondisi kediamanya terlebih kehidupanya, janda berusia (67) ini sudah sepantasnya dilakukan pendataan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah sesuai dengan programnya .

Namun kendati demikian. Sitti Habibah masih merasa terbantu dengan kehadiran anak kandungnya Hasni Hasdar (49) yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Perempuan 1 anak ini rela bekerja menggarap sawah untuk mencukupi kehidupanya, adapun suaminya Hasdar (44) kerap mengalami sakit sakitan yang menyulitkan untuk membantu pekerjaan istrinya.

“Biasa pergi kalau pagi (Kesawah) Hasni Hasdar magrib baru pulang. Sakit-sakitan juga suaminya, biasa kalau tidak sakit nabawakan saja mobilnya orang”,tutup Sitti Habibah. (Yusri)

SebelumnyaBudiman Siap lanjutkan Visi Misi Saat kampanye Bersama Alm. Thoriq Husler
SelanjutnyaLutim Akan Gunakan Test GeNose Untuk Deteksi Covid19