18 Juni 2024, 1:45 am

Ketua Bhayangkari Dampingi Kapolres Luwu Timur Pulihkan Trauma Anak Korban Pembakaran Rumah

Luwu Timur, batarapos.com – Penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa operator excavator yang juga seorang petani berbuntut pembakaran 5 unit rumah di desa Loeha, kecamatan Towuti, kabupaten Luwu Timur. Selasa (5/11/19).

Diketahui, Sultan (40) diduga tewas dengan luka sabetan parang diarea leher sehingga membuat lelaki asal Salutubu kabupaten Luwu ini meregang nyawa dalam perjalanan menuju PKM Mahalona.

Mendengar kejadian tewasnya Sultan, beberapa orang yang diduga keluarga korban melakukan aksi balasan dengan melakukan pengrusakan dan pembakaran rumah yang diduga tempat tinggal para pelaku.

Dalam aksi balasan, keluarga korban diduga melakukan pengrusakan dan pembongkaran rumah menggunakan alat berat, yang selanjutnya melakukan pembakaran. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 5 unit rumah rata dengan tanah serta 1 unit kendaraan milik keluarga terduga pelaku juga ikut dibakar.

Mendapat laporan, Kapolres Luwu Timur AKBP. Leonardo Panji. dengan respon cepat turun langsung memimpin personil Polres Lutim untuk meredam situasi agar tidak memanas serta melakukan pengamanan agar aksi balas tidak terus berlanjut. Selain terus melakukan penyisiran untuk menangkap para pelaku penganiayaan serta pengrusakan dan pembakaran rumah.

Selain Wakapolres dan seluruh kasat beserta personil, hadir pula ketua Bhayangkari Polres Lutim. Gery Siska Leo, yang turut serta dengan rombongan untuk membantu evakuasi keluarga korban pembakaran rumah sekaligus membantu memulihkan trauma anak-anak korban yang terlihat masih ketakutan.

Sebanyak 21 orang keluarga terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya korban telah dievakuasi dan diamankan oleh aparat kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari 21 orang keluarga yang ketakutan dan bersembunyi di gunung seputaran hutan desa, terdapat 8 orang anak-anak serta dua orang bayi yang masih menyusui.

Salah satu korban pembakaran rumah, Marwah kepada media ini bercerita bahwa dirinya sepulang dari pasar merasa kaget saat melihat rumahnya sudah dalam keadaan terbakar, karena ketakutan melihat aksi beringas massa sehingga dirinya mengajak ketujuh anaknya untuk mengungsi ke rumah tetangga yang letaknya agak jauh dari tempat tinggalnya.

Namun setelah mengetahui kedatangan aparat kepolisian untuk mengamankan lokasi, kemudian dirinya beserta beberapa keluarga yang lain turut dalam evakuasi warga tersebut.

“Saat kejadian saya sedang berada di pasar, ketika saya kembali dan mendapatkan rumah saya sudah terbakar sehingga saya mengajak ketujuh anak saya untuk mengungsi ke rumah tetangga sambil menunggu suami yang belum pulang hingga saat ini,” ucap Marwah.

Sekitar pukul 00.40 Wita, ketua Bhayangkari dan Kapolres Lutim mendampingi para korban pembakaran dan pengrusakan rumah menuju ketempat yang lebih aman. (AR)

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

3,001FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan