Kewalahan Alat Panen, BKAD Bakal Salurkan 2 Unit Combine ke Petani melalui CSR PT. Vale

98

Luwu Timur, batarapos.com – Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) tiga Desa , Desa Parumpanai, Desa Kawata dan Desa Matano, menggelar koordinasi bersama Petani di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Kamis (7/10).

Dalam rapat koordinasi itu, BKAD dan petani membahas terkait rencana penyaluran bantuan alat panen Combine melalui CSR PT. Vale Indonesia Tbk tahun periode 2018-2022.

Rapat koordinasi telah disepakati dua unit alat panen combine untuk petani ditiga Desa, yakni Desa Parumpanai, Desa Kawata dan Desa Matano, hal itu disebabkan petani sudah kewalahan saat musim panen.

Sebelumnya, BKAD telah memberikan pilihan unit alat panen sesuai dengan situasi medan persawahan di Desa tersebut, namun para petani sudah menyepakati kedua tipe unit tersebut.

Soal unit yang sudah disepakati petani, apapun resikonya nanti jangan lagi ada saling menyalahkan, karena kita sudah memberikan referensi soal unit yang sesuai dengan medan di Desa ini, tapi karena unit yang dipilih petani sudah disepakati sehingga itulah yang akan diserahkan nanti,” Ucap Rasdam Ketua BKAD diruang rapat koordinasi.

Untuk pengadaan unit akan diupayakan dalam bulan oktober ini, pasalnya BKAD sudah menandatangani berkas pengajuan pencairan pembelian unit.

Berkas pengajuan pencairan sudah ditandangani, insya allah kita upayakan bulan oktober ini bisa diserahkan,” Kata ketua BKAD.

Bantuan alat panen Combine ini merupakan bantuan perdana, dimana permintaan petani untuk mengupayakan tambahan unit tahun 2022 mendatang untuk memenuhi kebutuhan alat panen petani, seperti padi, jagung dan kedelai.

Ini bantuan perdana alat panen, petani tadi mengajukan penambahan unit yang bisa digunakan di padi, jagung dan kedelai, kita di BKAD akan mengupayakan permohonan petani, karena luasan lahan ditiga Desa ini mencapai seribuan hektare, memang sangat minim untuk dua alat panen,” Ujar Rasdam.

Rasdam menambahkan bahwa Bumdesma sebagai pengelola unit nanti tetap menjaga koordinasi terhadap petani sebagai pengguna manfaat.

Dengan bantuan combine ini saya berharap kepada Bumdesma Sebagai pengelola nantinya agar bisa mengatur dan berkoordinasi dengan baik dengan petani ditiga Desa ini agar semua bisa merasakan manfaatnya,” Tambahnya.

Joko Susilo salah seorang petani yang hadir dalam rapat tersebut berharap agar BKAD selektif dalam memilih alat panen Combine.

Dijelaskannya bahwa, selama ini, dirinya sudah mencoba beberapa jenis alat panen namun sampai saat ini belum ada alat panen yang mampu maksimal di area persawahan Parumpanai yang berlumpur.

Saya sudah coba banyak jenis alat panen tapi belum ada yang maksimal di area persawahan kita ini yang berlumpur, jadi melalui kesempatan ini, kami berharap agar BKAD betul-betul selektif memilih jenis unit, jangan sampai nanti unit sudah ada tapi tidak bisa digunakan di sawah berlumpur,” Harap Joko Susilo mewakili petani.

Tim batarapos.com

SebelumnyaBerikut Identitas dan Kronologis Siswa SMA Tabrakan dengan Truck di Malili
SelanjutnyaSiap-siap ! Sat Lantas Polres Luwu Timur Akan Razia Pelajar Sampai ke Sekolah