“Massawa” Tradisi Tahunan Masyarakat Lamuru Sebelum Bercocok Tanam

159

Bone, batarapos.com – Tradisi “Massawa” ataupun budaya leluhur masyarakat Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone rupanya masih menjaga hingga saat ini.

Tradisi “Massawa” atau tulak bala dilakukan masyarakat sekali setahun tepatnya pertengahan bulan Oktober ataupun diawal bulan November sebagai bentuk kesyukuran mereka kepada sang pencipta.

Menariknya, proses pembuatan sawa (lipa-lipa) dikerjakan oleh para kaum perempuan secara gotong royong menggunakan daun janur muda yang diisi beras ketan dicampur santan dari kelapa kemudian direbus.

Tidak tanggung-tanggung dalam 1 kepala keluarga masyarakat membuat sawa atau lipa-lipa sebanyak 30 sampai 100 liter hanya untuk menjamu tamu ataupun sanak keluarga yang datang.

Seperti yang terpantau oleh media ini di Dusun Palakka, Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone pada Jumat malam (5/11/2021).

Namun tidak semua masyarakat diwilayah Kecamatan Lamuru menggelar tradisi ini, hanya masyarakat Desa Sengeng Palie, Desa Turu Cinnae, Desa Padaelo dan juga tidak ketinggalan Desa Mattirowalie (Kecamatan Bengo).

Hal ini dikatakan Lanu (warga Dusun Palakka Desa Sengeng Palie) saat disambangi batarapos.com menuturkan tradisi massawa sudah turun temuru dilakukan masyarakat sebelum memasuki musim cocok tanam.

Tradisi Massawa rutin dilaksanakan masyarakat dalam setiap tahun sebelum bercocok tanam, Massawa juga merupakan tulak bala”, kata Lanu.

Selain bentuk kesyukuran kepada sang pencipta tambah Tajuddin K yang merupakan warga Desa Padaelo Kecamatan Lamuru, tradisi “massawa” juga mempererat hubungan tali silaturahmi antara sesama.

Jadi ada nilai kearifan lokal yang dijaga oleh masyarakat selain tulak bala“, tambah Tajuddin K kepada batarapos.com.

Tim batarapos.com/Yusri/Agustang

Sebelumnya35 Warga Desa Wewangriu Jadi Sasaran Sedekah ASN Setda Luwu Timur
SelanjutnyaAPKASINDO Luwu Utara Lakukan Penanaman Kelapa Sawit Perdana