19 Januari 2026, 10:48 am

Momentum HJL dan HPRL, Datu Luwu Ajak Masyarakat Tana Luwu Bersatu Perjuangkan Provinsi Luwu Raya

Liputan : Dedi

Palopo, batarapos.com – Duli yang Mulia Sripaduka Datu Luwu H. Andi Maradang Machkulau Opu Bau, secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya di wilayah Tana Luwu.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan para Gerakan Pejuang Pembentukan Provinsi Luwu Raya (GPPLR) di Istana Datu Luwu, Kota Palopo, Kamis (16/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Datu Luwu menegaskan bahwa tanggal 23 menjadi momentum penting untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Tana Luwu. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 tahun dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 tahun.

“ Di tanggal 23 itu adalah momentum kita menyuarakan keinginan kita. Jangan berhenti menyuarakan sampai keinginan kita tercapai,” Tegas Datu Luwu di hadapan para pejuang pemekaran.

Ia menilai pembentukan Provinsi Luwu Raya sangat dibutuhkan demi keadilan, khususnya dalam pembagian hasil sumber daya alam. Menurutnya, Tana Luwu memiliki kekayaan tambang dan hasil bumi yang besar, namun belum sepenuhnya dirasakan secara adil oleh masyarakat.

Selain itu, Datu Luwu juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam penyelenggaraan pemerintahan, ia menegaskan bahwa perjuangan ini sama sekali bukan untuk keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“ Masyarakat Luwu Raya tidak mau keluar dari NKRI. Kita hanya ingin pembentukan provinsi. Kita harus mandiri, kita harus pisah dari Sulsel dalam konteks pemerintahan, demi kemandirian daerah,” Ujarnya.

Datu Luwu juga menyatakan bahwa nama provinsi nantinya bukanlah persoalan utama.

“ Nantinya nama Provinsi tidak jadi soal mau Provinsi Tana Luwu, Luwu Raya, atau Provinsi Istimewa, yang penting kita terbentuk menjadi provinsi,” Katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Tana Luwu, termasuk para tokoh, untuk bersatu dan bersuara. Menurutnya, perjuangan tidak boleh setengah-setengah dan harus melibatkan seluruh wilayah Tana Luwu, bukan hanya Luwu Utara.

“ Hari rabu tanggal 21 mendatang datanglah ke istana, bawalah masyarakat untuk menyuarakan keinginan kita agar apa yang kita cita-citakan tercapai, di tanggal 21 banyak para Datu yang akan datang ke istana,” Serunya.

Dengan nada harap, Datu Luwu bahkan menyampaikan keinginannya agar Provinsi Luwu Raya sudah terwujud sebelum dirinya wafat.

” Saya sangat berharap diusia ku yang sudah mencapai 70 tahun ini dan sebelum saya wafat, tana Luwu sudah menjadi Provinsi,” Ucapnya dengan haru.

Ia juga menyatakan akan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia apabila menyetujui pembentukan provinsi tersebut.

” Jika tanah Luwu menjadi provinsi, saya selaku Datu Luwu akan memberikan penghargaan kepada bapak Prabowo,” Pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Presedium GPPLR, Karemuddin, menyampaikan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya dilakukan di bawah naungan Kedatuan Luwu dan atas perintah langsung Datu Luwu.

“ Kami berjuang di bawah kedatuan dan atas perintah Datu. Perjuangan ini adalah perjuangan daerah Tana Luwu,” Ujarnya.

GPPLR bersama elemen masyarakat Tana Luwu juga berencana menggelar aksi dan peringatan perjuangan pada Jumat, 23 Januari 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong terwujudnya Provinsi Luwu Raya.

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan