Oknum Bidan di Luwu Timur Diduga Pelaku Aborsi ?

1250
foto : Ilustrasi

Luwu Timur, batarapos.com – Oknum bidan inisial YK yang bertugas di Puskesmas Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, disebut-sebut sebagai pelaku aborsi terhadap salah seorang perempuan inisial MV.

Nama bidan YK terkuak setelah MV hendak menggugat seorang pria inisial SI yang diduga sebagai suami sirinya melalui salah satu kuasa hukum.

MV mengaku sudah melakukan aborsi janin yang ada dikandungannya sejak beberapa bulan lalu hingga mengalami pendarahan, ia terpaksa melakukan aborsi lantaran disuruh oleh pasangan suami sirinya.

Bukan hanya sekali dia melakukan aborsi menurut pengakuannya, MV melakukan aborsi sudah kali, proses aborsi itu diduga dilakukan oleh Bidan YK dengan upah 3,5 juta, itu dibayar oleh SI.

“ Sudah dua kali saya aborsi di bidan YK, hampir saya mati saat itu karena pendarahan, dan itu ditau oleh orang tua saya, sampai saya dipukul sama orang tua karena saya aborsi, sampai sekarang saya kalau banyak gerak pasti keluar darah, saya masih kontrol ke dokter,” Ungakap MV dalam rekaman audio berdurasi 7 menit 58 detik.

Terpisah, Bidan YK yang dikonfirmasi membantah keras pengakuan MV, ia berdalih akan menuntut MV karena melakukan pencemaran nama baik, awalnya ia mengaku hanya melayani pengobatan.

“ Itu tidak benar, saya akan tuntut itu MV karena  mencemarkan nama baik, saya hanya suntik waktu pendarahan,” Bantah YK kepada batarapos.com, Jumat (8/10).

YK mengatakan bahwa MV datang ke dia hanya keperluan meminjam uang saat masih bertugas di Pustu, bukan untuk melakukan aborsi.

“Saya tidak pernah pasangkan alat ke dia, yang ada pernah MV datang mau pinjam uang ke sayawaktu masih tugas di pustu, dia masuk tempat kerja ku bikin video atau fotokah saya tidak perhatikan,” Kata YK.

Awalnya, YK saat dikonfirmasi mengaku hanya memberikan pelayanan berobat terhadap para PSK di Tomoni, ia mengakui mendatangi para PSK semata untuk memberikan pelayanan lantaran tidak memiliki tempat praktek.

“ Saya memang datangi para PSK kalau mau berobat terutama suntik KB, karena saya tidak punya tempat praktek, kalau dibilang saya kerja aborsi itu tidak benar,” Ucap YK saat dikonfirmasi pada Juni 2021 lalu.

Tim batarapos.com

SebelumnyaKepala Pelaksana BPBD Lutim dan PT. Vale Salurkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam Walmas
SelanjutnyaStaf dan DWP Inspektorat Lutim Berbagi Sembako