Peduli Bencana, BTB Luwu Timur Siap Berkontribusi

43

Luwu Timur, batarapos.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Luwu Timur melakukan pelatihan dasar Baznas Tanggap Bencana (BTB) Luwu Timur, di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Luwu Timur, Jumat (18/12/2020).

Kegiatan tersebut dibuka Kepala BPDB Luwu Timur, Muh. Zabur, mewakili Bupati Luwu Timur yang diihadiri oleh Ketua BAZNAS Luwu Timur, Abdul Salam Nur, Kepala BTB Pusat, Irham Syarhuddin, S.Hut, BASARNAS Luwu Timur, Andi Firmansyah, Rombongan BTB Kabupaten Maros, BASARNAS Luwu Timur, PMI Luwu Timur, dan para peserta BTB Luwu Timur.

Pelatihan diikuti sebanyak 20 peserta, yang digelar selama dua hari pada (18-20 Desember 2020). dengan pemateri dari BAZNAS Pusat, BPBD, BASARNAS Luwu Timur, dan PMI Luwu Timur.

Ketua Baznas Luwu Timur, Abdul Salam Nur mengatakan, Sebagai upaya membentuk kerelawanan terhadap kondisi kebencanaan di Luwu Timur dimana kita ketahui bersama bahwa, Wilayah Luwu Timur adalah salah satu daerah rawan bencana gempa, banjir dan longsor.

Untuk itulah kami membentuk BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Luwu Timur dan kami berharapa BASARNAS dan PMI bisa bersinergi dengan BTB Luwu Timur,” ujar Abdul salam.

Harapan kami, dengan pelatihan ini, para peserta mendapatkan keterampilan dan terkoordinasi dengan lembaga dan masyarakat dalam menghadapi kebencanaan seperti banjir,” kata Abdul Salam Nur.

Manager BTB Pusat, Irham Syarhuddin mengatakan, Baznas Tanggap Bencana (BTB) terbentuk sejak tahun 2016 kerena Indonesia termasuk negara yang rawan bencana.

BTB bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap risiko bencana melalui edukasi, menangani korban serta menumbuhkan jiwa kerelawanan di tengah masyarakat,” ucap Irham Syarhuddin.

Baznas Tanggap Bencana (BTB) mempunyai tugas membantu masyarakat dari sektor kemanusiaan akibat terjadinya bencana melalui dana Zakat, Infaq, dan Sedakah (ZIS).

Sementara itu, Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah Luwu Timur, Muh. Zabur dalam sambutannya mengatakan, wilayah Kabupaten Luwu Timur pada umumnya tergolong Rawan Bencana, hal ini dibuktikan dengan munculnya berbagai kejadian bencana yang sampai saat ini intensitas maupun besarnya semakin terasa bahkan dengan karakteristik yang semakin beragam.

Potensi bencana di Luwu Timur sangat besar, yang terbesar adalah bencana gempa bumi, banjir, Longsor, puting beliuang, dan kebakaran,” jelas Zabur.

Maka dari itu, sambungnya Zabur, pelatihan dasar Baznas Tanggap Bencana (BTB) Luwu Timur ini merupakan upaya strategis yang diharapkan dapat membekali para peserta agar dapat melaksanakan misi penyelamatan secara profesional dan bertanggung jawab.

Zabur pun mengajak seluruh masyarakat Luwu Timur agar dapat ikut serta peduli kepada kebencanaan dan bersinergi untuk penggulangan Bencana,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)