Perusahaan Asal Medan Sosialisasi Perpustakaan Digital di Luwu Timur, Kasek Sebut Biayanya Mahal

151

Luwu Timur, batarapos.com – PT. Literasia Edutekno Digital menggelar sosialisasi perpustakaan digital di aula Dinas Pendidikan Luwu Timur, Kamis (13/1/22).

Perusahaan asal Medan ini mengundang seluruh Kepala Sekolah (Kasek) Tingkat SD dan SMP, MTs dan MI, di Kabupaten Luwu Timur yang dibagi dalam dua tahap pertemuan selama dua hari.

Menurut Muhammad Habibi Sembiring manejer umum PT. Literasia Edutekno Digital bahwa program ini sebagai dukungan terhadap pemerintah dalam digitalisasi pendidikan dan bekerjasama Kementrian pendidikan.

“Aplikasi media pembelajaran dan perpustakaan digital, kita mendukung pemerintah dalam program digitalisasi pendidikan, sesuai arahan pak Jokowi bagaimana pendidikan kita tekankan ke sekolah di tingkat Dasar maupun tingkat menengah, agar pendidikan itu bisa menyatu, mau tidak mau baik kepala sekolah dan siswa wajib harus mengikutinya,” Kata Muhammad Habibi Sembiring.

Sosialisasi ini dalam rangka memperkenalkan perpustakaan digital dan pembelajaran digital ke sekolah, dimana sistemnya sekolah akan dikenai biaya untuk sekali pendaftaran dan tidak dikenai biaya bulanan.

“Kita perkenalkan dulu melalui sosialisasi dan belum mewajibkan sekolah, tapi ada waktunya nanti semua akan diwajibkan, untuk biayanya hanya sekali saja, tapi tidak usah masukkan dulu biayanya,” ujar Manejer umum PT. Literasia Edutekno Digital

Setelah menggelar sosialisasi untuk tingkat pendidikan, PT. Literasia Edutekno Digital juga akan menggelar sosialisasi ditingkat Desa yang jadwalnya akan dilksanakan pada tanggal 17 Januari 2022.

Formulir pemesanan yang dibagikan oleh penyelenggara kepada peserta sosialisasi, formulir ini untuk tingkat Sekolah Dasar (SD)

Usai menghadiri sosialisasi perpustakaan digital, sejumlah Kepala Sekolah yang ditemui batarapos.com tidak ingin mengajukan dan mengisi formulir pemesanan yang sudah dibagikan oleh pihak perusahaan.

Selain merasa mahalnya biaya pemesanan, sekolah juga sudah banyak belanja buku untuk kebutuhan perpustakaan di sekolah.

“Biaya pemesanan bervariasi, SD 10 juta SMP 15 Juta sangat mahal, lagian juga di Sekolah kita sudah banyak belanja buku untuk perpustakaan, kami pikir-pikir mungkin kami tidak pesan, kecuali kalau diwajibkan dari Dinas atau Kementrian, kami bisa apa pasti nurut,” Ucap kepala Sekolah yang menolak namanya disebutkan.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Luwu Timur H. Basruddin.

Tim batarapos.com

SebelumnyaPolda NTB Kedatangan Fasilitas Pengamanan MotoGP 2022
SelanjutnyaBupati Lutim dan Forkopimda Ikuti Rakor Penanganan dan Vaksinasi Covid-19 Secara Virtual