30 Mei 2024, 5:59 pm

Polres Luwu Timur Lidik Dugaan Penyalahgunaan Elpiji Subsidi, Perusahaan Agen Diduga Terlibat

Liputan : Tim bararapos.com

Luwu Timur, batarapos.com – Penyidik Polres Luwu Timur melakukan penyelidikan dugaan penyalahgunaan pengangkutan tabung elpiji subsidi pemerintah.

Penyidik Polres Luwu Timur telah mengundang sejumlah pihak terkait termasuk pemilik pangkalan dan perusahaan agen elpiji subsidi untuk dimintai keterangan.

” Surat perintah penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan pengangkutan elpiji subsidi tersebut dimulai pada tanggal 9 Maret 2024, demikian dengan undangan klarifikasi telah dikirimkan ke pihak terkait,” Kata Kasubsi Si Humas Polres Luwu Timur, BRIPKA. Muh. Taufik kepada batarapos.com, Jumat (15/3/2024).

Diberitakan seblumnya, Pangkalan Elpiji 3 kilogram di Desa Purwosari, kecamatan Tomoni Timur, Sualwesi Selatan mengeluhkan layanan Agen yang sudah dua bulan terakhir tidak ada pasokan tabung ke pangakalan.

Pangkalan Elpiji Esse Yunus mengungkapkan bahwa sejak adanya perintah pengisian aplikasi Mypertamina yang tidak sesuai dengan kuota diterima dari Agen sejak itulah pangkalannya tidak lagi diberikan tabung subsidi.

” Tabung sama sekali tidak masuk sudah ada kurang lebih dua bulan,” Kata pemilik Pangkalan Esseyunus.

Sejak mereka menolak mengisi aplikasi yang tidak sesuai, pihak agen tidak lagi menyalurkan tabung, dimana menurutnya, aplikasi Mypertamina harus diisi sebanyak 400 tabung sementara pangkalannya hanya menerima 80 tabung.

” Masalahnya kita disuruh isi yang tidak sesuai kuota kami terima, kami disuruh isi oleh Agen Haerani 400 tabung sementara kami terima hanya 80 tabung, terus sisanya kemana, selama ini setiap masuk tabung pasti kami isi aplikasi sesuai kuota,” Ungkapnya.

Pangakalan Esseyunus membeberkan bahwa penekanan itu bermula saat Pemilihan Caleg lalu, pangkalan Elpiji ditarget suara oleh pihak Agen PT. Haerani untuk mendukung salah satu Caleg, namun perintah target itu ditolak.

” Tahun lalu memang kami pangkalan ditarget cari suara untuk mendukung Caleg, tapi kami menolak karena kami jujur ada saudara juga yang maju caleg, andaikan tidak ada saudara, pasti kami dukung itu,” Bebernya.

Akibat dua hal tersebut, Pangkalan Esseyunus mengaku hingga saat ini tidak lagi menerima pasokan tabung Elpiji 3 kg dari Agen.

Terpisah, pihak Agen Haerani membenarkan hal tersebut, menurutnya pengisian aplikasi Mypertamina yang tidak sesuai kuota yang diterima oleh pangkalan tidak ada masalah.

Menurutnya data itu hanya formalitas saja dan banyak Agen serta pangkalan yang melakukan demikian, ia berdalih bahwa terkadang ada kesalahan input aplikasi sehingga harus dicocokkan.

” Tidak ada ji masalah itu, hanya formalitas saja, apa lagi kalau menumpuk tabung biasa lupa diisi, jadi ada kesalahan saat diinput,” Ucap Riki pihak Agen Haerani, saat dikonfirmasi batarapos.com, Rabu (6/3/2024).

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

3,001FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan