Liputan : Dedhy
Luwu, batarapos.com – Aliansi sopir truk melakukan aksi penutupan jalan poros nasional Palopo–Masamba, tepatnya di Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, pada Selasa, (27/01/26). Aksi ini mulai berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita.
Aksi tersebut dipicu rasa kecewa para sopir truk yang merasa diperlakukan tidak adil, karena tidak diizinkan melintas akibat blokade jalan, aksi demonstrasi aliansi mahasiswa dan masyarakat yang menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Para sopir mengaku telah tertahan selama hampir satu minggu di jalur tersebut, tanpa kepastian kapan bisa kembali melanjutkan perjalanan. Mereka menilai, jika truk tidak diperbolehkan melintas, maka kendaraan lain pun seharusnya diperlakukan sama.
“ Kami sudah satu minggu di sini. Tidak apa-apa kami satu minggu di sini, tapi mobil kecil juga harus tidak boleh lewat, ” ucap salah satu sopir saat berorasi di lokasi.
Sebagai bentuk protes, para sopir truk memblokade total ruas jalan poros nasional tersebut. Ironisnya, jalan alternatif yang biasa digunakan untuk menghindari kemacetan juga ikut ditutup oleh para sopir, sehingga praktis tidak ada akses bagi kendaraan roda empat untuk melintas di kawasan itu.
Akibat penutupan total ini, kemacetan panjang tak terhindarkan dan diperkirakan akan semakin parah, mengingat arus kendaraan dari arah Palopo menuju Masamba maupun sebaliknya sama sekali terhenti.
Sementara itu, pengendara roda empat dan masyarakat yang melintas berharap agar kondisi ini segera dicarikan solusinya.
” Pemerintah ataupun Aparat keamanan harusnya segera turun ke lokasi, karena ini lebih parah dari yang di Kelurahan Bosso, biar Jalan Alternatif ini juga ditutupmi, ” harap salah satu masyarakat yang ikut terjebak macet.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Luwu maupun pemerintah daerah Luwu terkait langkah penanganan situasi tersebut.











