5 Maret 2024, 3:23 am

Tidak Peka, Klinik Macora Kembali Diseruduk Oleh Aktivis KOMPENI

Makassar, Batarapos.com – Puluhan mahasiswa Makassar dari kader militan Koalisi Mahasiswa Pemerhati Indonesia (KOMPENI) akan kembali menduduki dan melakukan unjuk rasa maraton besar-besaran di depan kantor klinik kecantikan Macora. Sabtu, (26/10/19).

Hal ini dikatakan Andi Iponk, (Selaku jendral Lapangan). Dimana pimpinan Klinik Macora kuat dugaan telah melakukan pelanggaran keras salah satunya membuat kamacetan lalu lintas di sekitaran jalan bolevard Makassar.

“Kami sudah melayangkan surat somasi (Kalrifikasi) atas beberapa pelanggaran keras yang dilakukan pimpinan klinik Macora dengan adanya kesengajaan dan bentuk ketidataatan terhadap hukum undang – undang 14 tahun keterbukaan informasi publik. Dimana pimpinan atau penanggung jawab klinik Macora itu tidak menaati muatan hukum konstitusi Negara,” ucap Andi Iponk.

Lanjutnya, “Kami akan tetap berada di garda terdepan meneriakkan segala bentuk ketimpangan atau kesenggangan yang terjadi akibat dari pendirian klinik Macora, sehingga aksi yang kami lakukan kemarin adalah aksi prakodisi atau pemanasan,” tambahnya.

Adapun tuntuntan yang kami akan bawakan yaitu segala bentuk aktivitas klinik Macora karena di duga sering mengakibatkan kemacetan sehingga dampak dari aktivitas klinik Macora tersebut merampas hak pejalan kaki dan tentu membuat perasaan tidak nyaman bagi pengendara sepanjang jalan Bolevard Panakukang.

Sebagai warga negara yang harus patuh dan tunduk terhadap hukum maka sudah seharusnya pimpinan Macora itu kemudian melakukan itikad baik.

“Kemarin saja saat kami menyampaikan aspirasi, salah satu bentuk kekurangan ahlak atau etika ada beberapa staf atau pegawai dari klinik Macora itu kemudian termaksud menghina atau membuat perasaan kami tidak nyaman. Dimana dengan sengaja menertawakan saat salah satu kader kompeni melakukan orasi ilmiah,” tegas Aktivis senior nasional pegiat hukum itu dengan nada kecaman keras.

Lanjut Andi Iponk, “Perilaku mereka tidak mencerminkan sebagai warga negara yang akan sehat tentang menerima dan mendengar setiap padangan maupun pendapat seseorang apalagi ini di tempat umum. Sehingga perilaku tidak terpuji dan bermoral ini tidak bisa di diamkan, kami akan membawa ini dalam rana metode gerakan kemahasiswaan secara massif,” tutup Andi Iponk. (Yusri)

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

3,001FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan