Tiga Puluh Tahun Warga Melintasi Jalanan Rusak, Kades Batu Putih : Penderitaan Warga Sudah Cukup

849

Bone, batarapos.com – Kondisi akses jalan penghubung antar Desa Gaya Baru, Desa Batu Putih dan Desa Tapong, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, sangat memprihatinkan dan sudah sekiranya untuk  diperhatikan.

Akses jalan yang menjadi prioritas warga Kecamatan Tellu Limpoe ini, bahkan nyaris terkesan tidak mendapat perhatian serius oleh pemerintah, terlebih pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Dari hasil penelusuran media batarapos.com Selasa, 27 Oktober 2020 mendapati jalan sepanjang kurang lebih 4 kilo meter diwilayah ini hanya beraspalkan bebatuan serta tanah dan sebahagian titik lainnya lagi masih terlihat bekas rabat beton yang sudah hancur.

Saat musim hujan tiba, diperkirakan akses jalan penghubung antar Desa ini nyaris tidak bisa bisa dilewati oleh kendaraan roda empat, dan tentunya menjadi tantangan terberat juga bagi kendaraan roda dua. Namun masyarakat Kecamatan Tellu Limpoe, hanya bisa pasrah dan menjerit dalam hati.

Impian untuk menikmati akses jalan yang layak dilewati sepertinya belum juga terwujud. Bahkan bisa jadi, suara mereka selama ini belum tersampaikan kepada pemerintah terkait sehingga jeritan mereka belum terjawab.

Kepala Desa Batu Putih, Kecamatan Tellu Limpoe Tahir menuturkan, sejak terbentuknya Desa Desa ini sekitar kurang lebih 30 tahun silam, kondisi jalan ini begini terus, bahkan ia masih mengingat persis, saat itu jalan diwilayahnya masih jalan setapak saat itu.

“Itu ji bagus-bagus sedikit jalan disini karena (ada dulu), bantuan Program Nasional  Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM), itumi program PNPM dikerja (Jalan), disini (hingga), beberapa titik mulai perbatasan gaya baru sampai Desa Batu Putih pada tahun 2009 dan 2010 bisa dinikmati masyarakat. Ada juga rabat beton sekitar 200 meter dana penguatan dari pak Usman itu antara tahun 2017-2018 kah itu“, bebernya Kades Batu Putih.

Inilah sebenarnya yang menjadi kendala utama warga kami, begitu juga warga Desa tetangga. terus terang program dari pemerintah Kabupaten sudah luar biasa, baik itu dari program tanaman pangan, pemberdayaan. Hanya saja warga kami masih terkendala dari segi akses jalan, kalaupun ada hasil bumi mereka dijual tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Ongkos tarif angkutan satu orang dari Desa Gaya Baru menuju Desa Batu Putih 15 ribu rupiah itu dek, padahal jaraknya itu hanya sekitar 4 kilo meter. Begitu juga ongkos biaya material lainnya seperti semen, kalau di Desa Gaya baru misalnya tujuh puluh ribu per sak harga semen,  sampai disini sudah delapan puluh lima ribu itu. Kalau masalah penderitanan warga disini sudah cukup”, tutup Tahir Kepala Desa Batu Putih Kecamatan Tellu Limpoe. (Yusri)