6 Pasien Jiwa Berhadapan Sijago Merah Yang Mengamuk di Ruang Perawatan Covid RS.Dadi

112

Makassar, batarapos.com – Kendaraan Tim Inafis Polrestabes Makassar dan Kendaraan Bid Lapfor Polda Sulsel beserta personilnya terpantau baru saja selesai melakukan tugasnya dan meninggalkan lokasi Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Lanto Dg. Pasewang, Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Mamajang, pada pukul 14.45 Wita, Minggu, 26/9/2021.

Hal ini terlihat setelah kobaran api baru saja telah membakar salah satu gedung ruang perawatan Covid Jiwa dan kondisinya kini aman terkendali usai dipadamkan pihak Damkar Kota Makassar yang lebih dahulu telah lama meninggalkan lokasi TKP.

Jejak puing-puing bangunan juga terasa masih panas serta berasap tipis berwarna putih terlihat dari rangka atap yang hangus, tidak hanya itu sejumlah fasilitas didalamnya turut hangus tidak sempat terselamatkan, garis polisi juga dipasang untuk pengamanan hasil laporan pantauan langsung batarapos.com.

Kronologis kejadian tergambarkan dari hasil konfirmasi terhadap Dr.Amran Dirut Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi yang juga sedang berada di tempat, mendampingi aparat Kepolisian melakukan olah TKP.

Menurut Dr.Amran laporan yang diterima dari pihaknya mengatakan kejadian kebakaran ini terjadi sekitar tepat sekitar pukul 10 pagi tadi, dimana para perawat yang sedang bertugas digedung ruangan Meranti mendengar teriakan dari para pasien lalu berlari kearah mereka.

Padahal baru saja Dokter ahli psikiter mengunjungi para pasien (memeriksa kondisi kesehatan) dan meninggalkan ruangan gedung“, ungkapnya.

Para perawat melihat asap sudah mengepul pada salah satu ruangan isolasi khusus lanjut Dr.Amran, kemudian mereka mendobrak ruangan tersebut, setelah terbuka, didalamnya telah terlihat kobaran api.

Pasien pada saat itu juga langsung dievakuasi, tetapi api sudah menyebar kemana-mana”, terang Dr.Amran.

Bangunan gedung yang terbakar ini papar Dr.Amran, adalah bahagian yang menghubungkan langsung bangunan gedung lainnya yang terletak dibahagian belakang.

Untung saja apinya tidak menyebar sampai kegedung bahagian belakang, jadi ini adalah gedung ruang perawatan sakit jiwa yang disertai penyakit lainnya, dahulu pasien sakit jiwa yang terkena covid kita pakai ini, sekarang sudah habis jadi pasien-pasien yang memiliki penyakit lain kita pakai ini”, jelasnya.

Lanjutnya lagi, contoh pasien sakit jiwa terdapat yang demam-demam, batuk, ada yang berpenyakit gula juga, mengalami tekanan darah tinggi, atau pasien kerap gelisah, maka akan ditempatkan disini.

Ruang yang terbakar itu adalah ruang isolasi isinya kosong cuma terkunci, pas dibongkar ada api didalamnya, kami juga belum bisa memastikan penyebab kebakaran, tim inafis juga bertanya demikian apakah ada barang didalamnya jadi kami jelaskan tidak ada”, tambahnya.

Dr.Amran juga menjelaskan bahwa peralatan medis dalam gedung yang terbakar tidak ada yang rusak, tempat tidur juga masih dalam kondisi bagus.

Jangankan atap yang hangus terbakar tiang rangka gedung saja hangus terbakar, luas gedung terbilang seperdua yang hangus terbakar, dimana jumlah pasien tadi yang ada didalamnya berjumlah enam pasien”, tandas Dr.Amran. (Zul)

SebelumnyaRaih Nilai Tertinggi Tes CPNS Sesi Pertama, Wiwik : Ini Tak Terlepas Dari Doa Orang Tua dan Suami
SelanjutnyaBeri Rasa Aman, Polsek Wasuponda Pam dan Patroli di Geraja