1 Maret 2026, 9:58 pm

Kronologi Pembacokan Anggota TNI dan Polisi di Luwu Timur

Luwu Timur, batarapos.com – Pelaku pembacokan anggota TNI Sertu Ismail (Babinsa) dan anggota Polri Bripka Satriadi (Kanit Propos Polsek Wotu) di Desa Tarengge Timur, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu timur, Sulawesi Selatan tewas setelah dihadiahi timah panas oleh petugas, Senin (5/10).

Sebelum menyerang Anggota TNI dan Anggota Polri, pelaku (Riska) berusia 36 tahun, mengamuk di rumahnya hingga nyaris membacok adik kandungnya sendiri.

Pelaku beberapa hari terakhir memang memperlihatkan sikap aneh, kerap menyendiri dan setiap marah selalu menggunakan senjata tajam (parang).

Itu diceritakan Desius Rantetana selaku Kepala Desa Tarengge Timur yang menyaksikan langsung kejadian pembacokan itu.

“Ini pelaku sudah mengamuk di rumahnya, adiknya nyaris diparangi, sehingga adiknya ini lari ke kantor Desa minta bantuan untuk tenangkan pelaku, karena pelaku mengamuk menggunakan parang, sehingga saya hubungi pak Babinkamtibmas beliau tidak di wotu sehingga saya hubungi pak babinsa” Ungkap Saksi.

Saksi dan Babinsa (Sertu Ismail) akhirnya mendatangi rumah pelaku, saat tiba, tampak pelaku sedang duduk di sudut rumah memegang dua parang.

Babinsa (korban) coba mendekati pelaku dengan niat menasehati pelaku, namun justru pelaku menyerang membabibuta dan membacok leher korban menggunakan parang.

“Kita coba dekati pelaku, jadi pak Babinsa didepan saya dibelakang, saat mau didekati, tanpa bicara pelaku langsung ayunkan parangnya ke leher pak Babinsa, setelah itu kita semua lari termasuk pak Babinsa masih sempat lari” Ujar saksi.

Melihat korban luka parah, warga sekitar melarikan korban ke RSUD I Lagaligo menggunakan mobil operasional Desa.

Sementara saksi masih berada di TKP dan memantau pelaku, tak berselang lama, pelaku mengambil motornya selanjutnya kabur.

“Karena pak Babinsa lukanya parah, saya suruh warga bawa ke rumah sakit pakai mobil operasional Desa, saya tinggal pantau pelaku sambil mencari bantuan, tidak lama itu, pelaku ambil motornya lalu kabur” Kata saksi.

Polisi yang tiba di TKP dibantu warga, berusaha mencari pelaku yang kabur, pencarian pun dipencar, tiba-tiba seorang warga mencurigai jika pelaku lari ke area pekuburan, pasalnya beberapa hari ini pelaku kerap berada di area pekuburan.

Saat dicek, pelaku benar berada di area pekuburan, sehingga warga dan anggota TNI serta Polisi mengepung area pekuburan.

Ruang gerak pelaku dipersempit, merasa terdesak, akhirnya pelaku keluar dari persembunyiannya dengan memegang dua parang selanjutnya menyerang siapapun yang mendekatinya.

“Waktu dia kabur, dia ke kuburan, beberapa hari terakhir ini ada warga yang sering lihat pelaku di kuburan, akhirnya petugas dengan warga kepung area pekuburan” Tutur saksi.

Semakin terdesak, akhirnya pelaku mengejar petugas menggunakan dua parang, Bripka Satriadi dibacok dibagian kaki kanan dan lengan tangan sebelah kiri, pasalnya saat pelaku mengejar petugas, Bripka Satriadi terjatuh.

Setelah membacok Bripka Satriadi, pelaku semakin ganas dan terus menyerang petugas, tembakan peringatan terus dikeluarkan petugas namun pelaku tetap menyerang.

Petugas pun membidik pelaku dibagian paha, akhirnya pelaku tersungkur, saat disergap dengan luka tembak pelaku masih melakukan perlawanan.

“Waktu sudah terdesak, pelaku keluar dan memburu semua petugas, satu petugas yang diparangi saat jatuh, petugas beri tembakan peringatan tapi masih juga menyerang, terpaksa petugas tembak dibagian paha, kalau saya tidak salah lihat empat lobang peluru dibagian paha” Ucap saksi.

Setelah ditangkap, pelaku dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong diduga akibat kehabisan dara, sementara kedua korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD I Lagaligo. (HS).

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan