21 Januari 2026, 4:50 am

Tidak Ada Rambu Peringatan, Sudah Puluhan Korban Jatuh, Ini Kata PPK 2.5

 

Luwu Timur, batarapos.com – Perbaikan atau pengembalian kondisi aspal di poros Trans Sulawesi tepat di arah Kecamatan Tomoni dan Mangkutana dikeluhkan masyarakat.

Salah satu akun facebook “Astan Yusuf” memposting aspal yang dikupas di group facebook “Info Kejadian Luwu Timur” dengan keterangan “Sekilas info, sejak jalan ini dilubangi dan tak kunjung dikerjakan sudah makan korban sebanyak 13 orang, Yang punya pekerjaan, apa mau nunggu org mati dulu baru dilanjutkan Mas Bro…?

Selain postingan yang mendapat komentar sejumlah masyarakat, batarapos.com juga melakukan konfirmasi terhadap salah satu anak korban yang jatuh di titik tersebut.

Mariati yang tinggal di Dusun Kalaena, Desa Sindu Agung, Kecamatan Mangkutana mengatakan bahwa bapaknya (Kasiman) dan ibunya jatuh di aspal yang kupas tersebut saat berboncengan menggunakan motor.

“Kemarin subuh pas mau kepasar pada hari Rabu sekitar pukul 05.00 WITA dari arah kalaena ke tomoni, mau menghindar na malah jatuh dua-duanya, bapakku kejatuhan motor mamaku kejatuhan keranjang, sebenarnya terangji hanya kalau dari arah utara memang gelap karena memang sama hitam aspal, baru lubangnya itu lebar sekali, kalau memang belum mau ditempel jangan dulu dikasi lubang tidak ada tanda-tandanya disitu, karena banyak sekali itu lubang begitu, tapi kan seharusnya jangan dibiarkan begitu berhari hari” Kata Mariati.

Terpisah, PPK Balai Jalan dan Jembatan Provinsi Sulawesi atau yang dikenal dengan sebutan PPK 2.5 (Alam) kepada batarapos.com menjekaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pekerjaan.

“Kita masih lakukan pekerjaan, jadi untuk penambalannya kita rencana hari Sabtu pekan ini mulai dikerjakan” Jelasnya.

Ditanya soal tidak ada rambu peringatan atau tanda-tanda adanya pekerjaan sehingga banyak korban jatuh, Alam berdalih jika pihaknya telah memasang tanda-tanda namun hilang.

“Kami memamg intruksikan agar memasang tanda, tapi itu lagi kendalanya, kalau sudah dipasang entah bagaimana hilang lagi” Dalihnya.

Sementara sejumlah masyarakat dan pengguna jalan menuturkan bahwa tidak memungkiri adanya rambu peringatan yang terpasang, namun rambu itu hanya terpasang dibeberapa titik saja, sementara titik pengupasan aspal sangat banyak di dua Kecamatan tersebut. (Tim/Red).

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan