14 Januari 2026, 9:25 pm

Pemuda Etnis Jawa di Mappedeceng Nyatakan Dukungan Penuh Pemekaran Provinsi Luwu Raya

Liputan : Dedi

Luwu Utara, batarapos.com – Dukungan terhadap pemekaran Provinsi Luwu Raya terus menggeliat dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari pemuda etnis Jawa yang bermukim di Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara.

Salah seorang tokoh pemuda, Adi, menyatakan dukungan terbuka terhadap perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya yang selama ini konsisten digaungkan oleh masyarakat Tana Luwu. Menurutnya, perjuangan tersebut merupakan agenda bersama yang harus disikapi secara kolektif oleh seluruh golongan tanpa memandang latar belakang.

“ Perjuangan untuk memekarkan Provinsi Luwu Raya merupakan perjuangan yang nantinya akan dapat dinikmati kebermanfaatannya oleh seluruh golongan masyarakat yang ada di Tana Luwu,” Ujar Adi.

Ia menegaskan kesiapan dirinya dan para pemuda etnis Jawa untuk terlibat langsung dalam perjuangan tersebut, termasuk turun ke lapangan guna membersamai gerakan kolektif yang telah terbangun.

“ Ini merupakan perjuangan yang mulia. Oleh karena itu, kami siap turut andil dalam menggalang serta memobilisasi massa untuk memberikan dukungan penuh dan terlibat langsung dalam perjuangan yang sedang digelorakan,” Tegasnya.

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Mappedeceng, Muh. Ari Fahmi, Rabu (14/1/2026)

Ia menilai sikap yang ditunjukkan oleh pemuda etnis Jawa sebagai bentuk nyata semangat persatuan dan kebersamaan dalam memperjuangkan kepentingan bersama.

“ Dukungan dari tokoh pemuda etnis Jawa merupakan sikap yang luar biasa dan patut kita apresiasi. Mereka memahami bahwa perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya adalah kepentingan bersama yang telah diperjuangkan puluhan tahun lamanya. Jika pemekaran ini terwujud, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh golongan masyarakat di Jazirah Tana Luwu,” Jelas Fahmi.

Di akhir pernyataannya, Fahmi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanggalkan sentimen-sentimen golongan yang berpotensi merusak persatuan dan melemahkan gerakan perjuangan. Ia juga mengingatkan nilai-nilai kearifan lokal yang telah mengakar kuat di Tana Luwu.

“ Dalam catatan sejarah, tertanam pesan leluhur bahwa siapa pun yang telah tinggal di Tana Luwu selama tiga hari tiga malam serta makan dan minum di sini, maka ia telah menjadi bagian dari Bija To Luwu,” Tuturnya.

Lebih lanjut, Fahmi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda dan pemudi di setiap desa se-Kecamatan Mappedeceng, untuk turut ambil bagian dalam momentum peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu pada 23 Januari mendatang.

“ Mari kita tumpah ruah dan kembali membangkitkan semangat perjuangan para pejuang Tana Luwu sebagai bagian dari ikhtiar kolektif memperjuangkan pemekaran Provinsi Luwu Raya,” Pungkasnya.

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan