
Liputan : Dedhy
Luwu Utara, batarapos.com – Makole Baebunta Andi Syarifah Muhaeminah Opu Daengna Puteri menegaskan pentingnya generasi muda Luwu, tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus berbudaya dan beradab.
Hal ini disampaikan Makole Baebunta, saat menghadiri pembukaan Sekolah Budaya Luwu (SBL) I Lagaligo Angkatan VII di Baruga Makole Baebunta, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Senin (30/3/2026).
Menurut Andi Syarifah, Sekolah Budaya Luwu I La Galigo didirikan sebagai wadah untuk melestarikan dan mengembangkan tatanan adat serta nilai-nilai luhur budaya Luwu.
Sekolah ini menjadi sarana membangun sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, berilmu, serta memiliki karakter dan budaya bangsa yang berlandaskan budaya lokal Luwu, sesuai cita-cita perjuangan bangsa dalam UUD 1945.
” Visi mulia ini sangat selaras dengan amanah leluhur kita: melestarikan dan mengembangkan tatanan adat serta nilai-nilai luhur budaya Luwu, ” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sekolah ini juga menjadi wadah manajemen bagi berbagai even seni dan budaya yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan budaya lokal.
Sebagai Makole Baebunta ke-36, Andi Syarifah menyatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keberadaan Sekolah Budaya Luwu I La Galigo.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pendidikan biasa, melainkan upaya nyata melestarikan adat dan nilai luhur yang diwariskan para Datu dan leluhur.
” Budaya Luwu adalah ruh dari kehidupan kita. Ia tercermin dalam I La Galigo, dalam tatanan adat yang adil dan makmur, serta dalam semangat gotong royong yang selalu kita jaga, ” bebernya.
Makole Baebunta berharap melalui sekolah budaya ini lahir generasi muda yang tidak hanya pandai secara ilmu pengetahuan, tetapi juga berbudaya, beradab, dan bangga sebagai anak Luwu.
Andi Syarifah mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam program Sekolah Budaya Luwu.
Ia menekankan pentingnya mewujudkan visi bersama sebagai wadah pembelajaran, pelatihan, dan pengembangan budaya yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan budaya bangsa terbaik 2045.
Sebagai penutup, ia menyampaikan pantun yang menggambarkan semangat menjaga adat dan budaya Luwu agar tetap hidup di dada generasi muda: Dari Baebunta angin sepoi-sepoi, bawa harum bunga ilalang di padang Luwu Raya.
” Mari kita jaga adat dan budaya ini, agar I La Galigo tetap hidup di dada generasi muda, ” ajaknya.
Pembukaan Sekolah Budaya Luwu I Lagaligo Angkatan VII diwakili oleh Asisten I Pemerintah Daerah Luwu Utara, Baharuddin Nurdin, turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Plt. Kepala Kesbangpol, Kepala Dinas Sosial, perwakilan Danki Brimob, Maddika Bua, serta tokoh masyarakat dan adat setempat.













