Liputan : Rudini
Morowali Utara, batarapos.com – Warga Desa Pandauke, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, mengeluhkan kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan harga gas di tingkat pengecer melonjak hingga mencapai Rp100 ribu per tabung.
Keluhan itu disampaikan salah seorang warga Desa Pandauke, Chantika Yadhy, kepada media ini melalui pesan Messenger Facebook. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat sudah sekitar tiga minggu tidak mendapatkan pasokan LPG 3 kg secara rutin, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, selama beberapa minggu terakhir Desa Pandauke tidak memperoleh distribusi gas subsidi, sementara sejumlah desa lain di wilayah sekitar masih menerima pasokan secara berkala. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan LPG untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keluhan warga semakin memuncak ketika mobil distribusi LPG tiba di wilayah tersebut. Masyarakat berharap penyaluran gas subsidi dapat dilakukan secara merata sehingga seluruh desa memperoleh hak yang sama atas pasokan energi rumah tangga.
Chantika juga menyampaikan apresiasi kepada PT Ponggawa Gas Morut yang telah membantu menyalurkan sekitar 50 tabung LPG 3 kg ke Desa Pandauke dengan harga standar Rp35 ribu per tabung. Namun, jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang selama ini mengalami kekurangan pasokan.
“ Kami berharap Desa Pandauke bisa mendapatkan jatah seperti desa-desa lain yang setiap minggu menerima distribusi gas. Saat ini harga gas di pengecer sudah mencapai Rp100 ribu per tabung dan sangat memberatkan masyarakat, ” ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, pihak agen, serta instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi LPG subsidi 3 kg di Kecamatan Mamosalato agar penyaluran berjalan lebih adil, merata, dan tepat sasaran.
Kelangkaan LPG subsidi ini menjadi perhatian masyarakat karena gas 3 kg merupakan kebutuhan pokok yang digunakan oleh sebagian besar rumah tangga. Dengan distribusi yang lebih baik, warga berharap harga LPG dapat kembali stabil dan terjangkau sehingga tidak membebani ekonomi masyarakat.
Setelah sempat mengalami kekosongan pasokan selama beberapa pekan, mobil distribusi PT Ponggawa Gas Morut akhirnya menyalurkan LPG 3 kg ke pangkalan yang berada di Desa Pandauke. Kehadiran pasokan tersebut disambut baik oleh warga yang selama ini kesulitan mendapatkan gas subsidi.
Dalam proses penyaluran LPG tersebut, pihak kepolisian turut hadir untuk melakukan pengamanan guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian mendapat apresiasi dari masyarakat karena membantu kelancaran distribusi gas kepada warga yang membutuhkan.
Meski demikian, masyarakat berharap distribusi LPG ke Desa Pandauke dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagaimana desa-desa lainnya di Kecamatan Mamosalato. Warga juga berharap keluhan mereka dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Morowali Utara maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar persoalan kelangkaan LPG subsidi tidak kembali terulang.
Harapan masyarakat Desa Pandauke, berita ini dapat sampai kepada Bupati Morowali Utara dan Gubernur Sulawesi Tengah sebagai bahan perhatian untuk memastikan distribusi LPG subsidi berjalan merata dan tepat sasaran demi memenuhi kebutuhan masyarakat.











