Liputan : Dedi
Luwu Utara, batarapos.com — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026.
Sebanyak 41 desa disebut akan mengikuti pesta demokrasi di tingkat desa tersebut.
Kontestasi Pilkades serentak ini mulai memunculkan sejumlah figur yang menyatakan kesiapan untuk bertarung.
Salah satunya Wisudawan Bakri, S.Kom., tokoh muda Desa Tamuku, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara.
Wisudawan bukan nama baru dalam kontestasi Pilkades Tamuku. Pada pemilihan sebelumnya, ia pernah maju sebagai calon kepala desa dan memperoleh suara yang sama dengan kandidat lainnya alias draw.
Namun, berdasarkan ketentuan yang berlaku saat itu, kondisi suara imbang ditentukan melalui mekanisme sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Utara Nomor 1 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa.
Wisudawan akhirnya harus menerima hasil tersebut dan memberikan kesempatan kepada kandidat yang dinilai memenuhi ketentuan pengalaman pemerintahan.
Kini, setelah melewati proses tersebut, Wisudawan kembali menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Pilkades serentak 2026.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Jumat (14/8/2026) kemarin, Wisudawan menegaskan dirinya akan kembali ikut dalam kontestasi Pilkades Desa Tamuku.
“ Insya Allah saya akan kembali maju menjadi calon kepala Desa Tamuku. Semoga niat dari awal dulu bisa tercapai. Dan semoga kalau menjadi kepala desa, kita bisa memanfaatkan semua potensi untuk memajukan Desa Tamuku ke depan, ” ujarnya dengan penuh semangat.
Menurut Wisudawan, keterbatasan anggaran desa bukan alasan untuk mengurungkan niat mengabdi kepada masyarakat. Sebaliknya, kondisi tersebut dinilainya sebagai tantangan bagi pemerintah desa untuk bekerja lebih kreatif dan efektif.
“ Bukan karena anggaran saya mau maju dan mengabdi kepada masyarakat. Justru saya berharap dengan pengalaman yang sudah ada, kita bisa berbuat lebih baik untuk kampung ke depan, ” katanya.
Ia menilai berkurangnya anggaran Dana Desa (DD) justru menjadi pemantik sekaligus tantangan untuk kembali maju. Baginya, perbaikan tata kelola pemerintahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“ Justru karena berkurangnya Dana Desa menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk kembali maju menjadi calon kepala desa, ” imbuhnya.
Dari sisi pengalaman, Wisudawan diketahui merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan aktif di sejumlah organisasi kepemudaan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang ingin dibawanya dalam membangun Desa Tamuku apabila mendapat kepercayaan masyarakat.
Tak hanya pengalaman organisasi, Wisudawan juga pernah menjajaki dunia pemerintahan.
Setelah kontestasi Pilkades sebelumnya, ia sempat dipercaya sebagai Sekretaris Desa Sadar, Kecamatan Bone-Bone.
Pengalaman tersebut dinilainya menjadi bekal penting untuk memahami tata kelola pemerintahan desa, sekaligus mempersiapkan diri jika nantinya dipercaya memimpin Desa Tamuku.
“ Semoga dengan pengalaman organisasi dan pengetahuan yang saya miliki bisa menjadikan Desa Tamuku ke depan jauh lebih maju, ” pungkasnya.











