Liputan : Rudini
Morowali Utara, batarapos.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Sub Unit Desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut), menggelar program kerja “Zero Waste Maggot” dan “Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber)” di Balai Desa Ganda-Ganda, belum lama ini. Jum’at, (21/8/2026)
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Morowali Utara tersebut dikemas dalam bentuk presentasi dan workshop interaktif. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa KKN-PPM UGM dalam mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 12, yakni konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, melalui penerapan konsep zero waste dan ekonomi sirkular.
Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Morowali Utara, Pitosmo Lameanda, SP., MP., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-PPM UGM yang menghadirkan program kerja berbasis edukasi dan praktik langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik, tetapi juga memperkenalkan inovasi budidaya maggot sebagai alternatif pakan ternak serta Budikdamber yang dapat diterapkan dengan sarana sederhana di lingkungan rumah.
“ Kegiatan ini sangat kami apresiasi. Harapannya ilmu dan keterampilan yang telah diberikan bisa diterapkan oleh ibu-ibu rumah tangga maupun masyarakat di rumah masing-masing, ” ujar Pitosmo Lameanda.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, peternak unggas, dan peternak ikan. Peserta tampak antusias mengikuti sesi workshop yang mencakup praktik budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) serta perakitan media Budikdamber menggunakan galon bekas.
Berbagai pertanyaan juga disampaikan masyarakat terkait teknik budidaya maggot hingga pemanfaatannya sebagai pakan ikan dan unggas. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap teknologi sederhana yang mudah diterapkan dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi maupun ketahanan pangan keluarga.
Salah seorang warga, Syamsiah, mengaku mendapatkan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.
“ Banyak manfaat yang diperoleh. Saya berencana akan mengadopsi kegiatan ini di rumah, ” katanya.
Program “Zero Waste Maggot” dan “Budikdamber” di Desa Ganda-Ganda bukan sekadar kegiatan pengelolaan limbah rumah tangga. Program ini juga menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup yang lebih berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan limbah organik menjadi sumber daya yang bermanfaat, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui budidaya ikan dengan metode sederhana.
Selain itu, penerapan konsep tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan.
Selain program “Zero Waste Maggot” dan “Budikdamber”, mahasiswa KKN-PPM UGM Sub Unit Desa Ganda-Ganda juga melaksanakan sejumlah program kerja lainnya, di antaranya Rancang Bangun Sistem Informasi Desa Berbasis Web Terintegrasi sebagai Media Publikasi Potensi Wilayah dan Digitalisasi Profil Desa Ganda-Ganda, Hydro-Bloom, serta Aethra Shield.











