Dua Lokasi Kebakaran Lahan Terjadi di Lembo, 14 Hektare Terbakar dalam Tiga Hari

Liputan : Rudini

Morowali Utara, batarapos.com – Kebakaran lahan terjadi di dua lokasi berbeda di Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dalam rentang tiga hari. Sedikitnya 14 hektare lahan dilaporkan terbakar pada Selasa hingga Kamis (25–27/8/2026).

Peristiwa pertama terjadi pada Selasa (25/8/2026) petang, ketika sekitar delapan hektare lahan kosong di wilayah Desa Tinompo dan Desa Beteleme terbakar.

Berdasarkan laporan operasi pemadaman, api diduga berasal dari pinggiran perkebunan sawit di Desa Tinompo dan kemudian merembet ke lahan kosong di Desa Beteleme. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi pihak Polsek Lembo.

Petugas pemadam menerima informasi kebakaran sekitar pukul 17.41 WITA. Personel kemudian bergerak menuju lokasi pukul 17.46 WITA dan tiba sekitar pukul 17.56 WITA. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 20.15 WITA.

Dalam operasi tersebut, personel Regu 1 Pemadam Lembo berkolaborasi dengan Polres Morowali Utara, Polsek Lembo, Koramil Lembo, Batalyon Talandaka, serta masyarakat. Pemadaman dilakukan untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas.

Kebakaran kembali terjadi dua hari kemudian, Kamis (27/8/2026), di Kampung Baru, Desa Mandula, Kecamatan Lembo.

Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 11.00 WITA tersebut menghanguskan lahan terbuka seluas kurang lebih enam hektare. Kobaran api sempat berpotensi meluas sehingga pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh aparat kepolisian, pemadam kebakaran, TNI, pemerintah desa dan masyarakat.

Pemadaman dipimpin Kabag Ops Polres Morowali Utara dengan melibatkan sekitar 20 personel gabungan Polres Morowali Utara dan Polsek Lembo. Selain itu, dikerahkan 10 personel Damkar Talandaka, sekitar 20 personel Batalyon TP 825/GYS, pemerintah Desa Mandula serta masyarakat sekitar.

Petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran Damkar Talandaka, satu unit mobil pemadam kebakaran Yon TP GYS, serta satu unit Water Cannon Polres Morowali Utara.

Setelah hampir lima jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.40 WITA. Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.

Kapolsek Lembo IPTU Marsel Yosef, SH, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya serta larangan pembakaran lahan.

Untuk memastikan penyebab kebakaran di Mandula, polisi akan memeriksa sejumlah saksi. Informasi awal mengenai dugaan pembukaan lahan dengan cara dibakar masih akan didalami melalui proses penyelidikan.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasat Pol PP dan Damkar) Morowali Utara, Buharman Lambuli, S.Sos., mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh unsur.

“ Dalam rangka penanganan pemadaman Karhutla, Damkar Morut berkolaborasi dengan rekan-rekan TNI, Polri, dan dibantu masyarakat di lokasi TKK, ” kata Buharman.

Ia mengajak masyarakat ikut berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran dengan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu api.

“ Mari bersama-sama mencegah bahaya kebakaran dengan tidak membakar sampah, lahan atau perkebunan, membuang puntung rokok sembarangan ataupun hal-hal lain yang dapat menimbulkan rawan kebakaran, ” ujarnya.

Buharman juga mengingatkan masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama.

Sejumlah unsur terlibat dalam operasi tersebut, antara lain Regu 1 Pemadam Lembo, personel Polres Morowali Utara dan Polsek Lembo, Koramil Lembo, serta personel Batalyon Talandaka. Operasi lapangan dikoordinasikan oleh Danton 2 Yeskiel N. Salianggo, Provos Adrianto Pamota, dan Danru 1 Lembo Refli Rongko bersama anggota pemadam.

“ Sayangi dan lindungi alam sekitar kita untuk kemaslahatan bersama. Morowali Utara adalah rumah kita bersama, mari kita jaga dan rawat demi kelangsungan kehidupan anak cucu kita, ” tegasnya.

Rentetan kebakaran tersebut menjadi perhatian aparat karena lahan terbuka dan kawasan perkebunan cukup rentan terbakar, terutama saat kondisi cuaca kering.

Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Dengan dua kejadian tersebut, sedikitnya 14 hektare lahan terbakar di wilayah Kecamatan Lembo dalam kurun tiga hari. Sementara penyebab pasti serta pihak yang bertanggung jawab atas masing-masing kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan