Liputan : Rudini
Konawe, batarapos.com – PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) resmi meresmikan pembukaan Main Hauling Road (MHR) sepanjang 60 kilometer yang menghubungkan area pertambangan perseroan di Konawe dengan fasilitas industri pengolahan nikel di Morowali, Rabu (16/9/2026).
Peresmian jalur utama pengangkutan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam penguatan infrastruktur operasional PT SCM. MHR dirancang khusus sebagai jalur hauling bagi kendaraan berat dan truk pengangkut material tambang, sehingga aktivitas pengangkutan dapat dilakukan melalui jalur yang disiapkan khusus untuk kebutuhan operasional perusahaan.
Pembangunan MHR telah diperhitungkan secara teknis untuk mendukung mobilitas kendaraan dengan beban berat yang dapat mencapai ratusan ton. Kehadiran jalur tersebut memungkinkan proses pengangkutan material dari wilayah pertambangan menuju fasilitas pengolahan berlangsung secara lebih terkontrol, tanpa bergantung pada penggunaan jalan umum.
Kepala Teknik Tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral, Didik Fotunadi, mengatakan peresmian MHR merupakan tonggak sejarah bagi perusahaan karena jalur tersebut akan menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas operasional pertambangan.
“ Setiap hari akan ada unit yang melintas jalur MHR ini. Akan ada ore yang kita angkut dari SCM menuju Morowali. Maka ada target produksi yang harus kita capai. Namun, perlu kita semua ingat, keselamatan adalah hal yang paling utama, ” tegas Didik saat pembukaan jalur MHR.
Ia menekankan bahwa pencapaian target produksi tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan kerja. Menurutnya, tidak ada satu pun material tambang yang nilainya lebih tinggi dibandingkan keselamatan dan nyawa pekerja.
Karena itu, seluruh pekerja yang menggunakan jalur MHR diminta menjalankan aktivitas hauling secara disiplin dan mematuhi seluruh ketentuan keselamatan yang berlaku, termasuk menjaga kecepatan kendaraan serta jarak aman antarkendaraan.
“ Target masih bisa kita kejar. Produksi pun dapat kita tingkatkan. Tetapi kalau satu nyawa hilang, tidak ada yang bisa mengembalikannya, ” jelasnya.
Dibangun dalam Dua Tahap
PT SCM menyebut fasilitas MHR tersebut memiliki panjang keseluruhan sekitar 60 kilometer, menghubungkan stockpile di Konawe dengan fasilitas smelter di Morowali.
Pembangunan jalur hauling ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sepanjang 20 kilometer dibangun pada 2021 hingga 2023. Selanjutnya, tahap kedua dimulai pada akhir 2023 dan dituntaskan pada September 2026.
Dengan selesainya pembangunan MHR, PT SCM kini memiliki jalur hauling tersendiri yang mengintegrasikan proses pengangkutan material secara end-to-end melalui jaringan jalan milik perusahaan.
Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat kontrol terhadap kegiatan operasional hauling, sekaligus mendukung peningkatan aspek keselamatan, efisiensi, dan keandalan proses pengangkutan material dari area tambang menuju fasilitas pengolahan.
Peresmian MHR juga menandai kesiapan PT SCM dalam memperkuat sistem logistik internal untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pertambangan dan pengolahan nikel secara lebih terintegrasi.











