Agen Penyalur BPNT di Bone Diduga Menyalahgunakan Hak Penerima

5

Bone, Batarapos.com – Kondisi rumah Pasangan suami istri (pasutri) Barisa (61) A. Pakke (54) Warga Dusun Lagero, Desa Bengo, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi – Selatan (Sul – Sel) sangat memprihatinkan.

Saat disambangi terlihat rumah panggung ukuran sekitar 4X8 meter itu kondisinya sangat tidak layak, dimana atap yang sebagian menggunakan daun rumbia sudah pada bolong, serta dinding yang terbuat dari kayu sebagian juga sudah lapuk.

Memiliki seorang anak dengan kondisi cacat pasca mengalami penyakit yang dideritanya beberapa tahun yang lalu membuatnya tidak bisa bekerja lagi.

Barisa (61) yang seharusnya berperan sebagai kepala keluarga yang seharusnya sebagai tulang punggung keluarga. Tidak bisa diharapkan lagi lantaran kondisi fisik tidak mampu untuk bekerja.

” Hanya anak tertua saya (Sakka red) sebagai tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai buruh kebun milik warga” jelasnya

Lanjut dia, Alhamdulillah adaji bantuan yang disalurkan oleh pemerintah melalui dinas sosial berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang saya terima saat ini.

Tapi selama 4 bulan kemarin saya tidak mendapat bantuan karena mesin Electronik Data Capture (EDS) milik Ewarung / Agen saat itu rusak.

Akhir agustus bulan lalu saya mulai kembali menerima bantuan BPNT, namun saat saya pertanyakan empat bulan yang belum terealisasi waktu itu, pemilik Agen/ Toko tiga putri mengatakan sudah hangus.

“Selama empat bulan saya tidak menerimah bantuan, pas akhir bulan agustus saya menerima bantuan tetap saja satu bulan diterima. jadi saya pertanyakan, ” jadi tidak terbayar ki selama empat bulan? hangus mi puang jawaban Cunding menirukan bahasa pemilik toko.

Herannya, penerima BPNT di Desa Mattaropuli (Malaka red) setiap bulan lancar, cuma diarea ini yang kerap terhapus.(Yusri)

SebelumnyaHusler : Karang Taruna Harus Mampu Jadi Pilar Pembangunan
SelanjutnyaHusler Lepas Peserta Jalan Santai YPRI Kecamatan Towuti