5 Maret 2024, 3:07 pm

Akhirnya DLH Bone Sidak Pabrik Tahu, Temukan Aliran Sungai Bau Busuk

Liputan : Tim batarapos.com/Yusri
Editor : Nur Ainun

Bone, batarapos.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Bone, Sulawesi Selatan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap dua pabrik tahu di kabupaten Bone.

Tidak hanya DLH Bone, UPT Puskesmas Koppe bersama Aparat TNI/Polri dan Pemerintah Desa juga turut serta dalam sidak dua pabrik tahu tersebut.

Kedua tempat usaha Pabrik Tahu/Tempe tersebut diduga telah lama melakukan Pencemaran Lingkungan dan belum pernah terjamah hukum, Atas informasi masyarakat yang mencium aroma bangkai dari limbah ini.

” Dinas Lingkungan Hidup sudah mengambil sampel air untuk diperiksa di Laboratorium, Kita sisa tunggu hasilnya bagaimana,” terang Mansur, Kepala UPT Puskesmas Koppe, Selasa (17/10/2023).

Diakuinya Sidak tersebut dilakukan pada hari Senin 16 Oktober 2023 kemarin.

” Kita titik beratkan disini pencemaran sungainya,” jelasnya.

Saat turun kelokasi mereka menemukan limbah dari hasil Pabrik Tahu/Tempe mereka yang berbau, sebagai proses sanksi awal juga telah dilakukan.

” Saya sudah intruksikan untuk membuat satu lagi bak penyaringan (Spal) sebelum limbahnya masuk kesungai, begitu juga intruksi Dinas Lingkungan Hidup. Bahkan saya kasi waktu satu bulan untuk diselesaikan dan pengusaha ini menyanggupi,” tutur Mansur .

Sanksi penutupan tempat usaha Itu bukan rana kami untuk memberhentikan beroperasi sementara waktu.

” Maunya itu pemerintah Desa karena dia punya warga, kami hanya melihat dari segi pengolahan limbahnya. Setelah ada laporan seperti itu kita kroscek apakah sudah sesuai ternyata tidak”, paparnya.

Saat dikroscek memang ada penampungan (Spal), tapi saya anjurkan untuk ditambah lagi, karena yang mereka bangun itu modelnya acak, karena ditutupi secara permanen dan tidak mungkin kita bongkar untuk melihatnya.

” Saya baru dua tahun menjabat (Kepala UPT Puskesmas) dan selama saya menjabat petugas bagian Kesehatan Lingkungan itu meninggal dan baru ada penggantinya”, tutupnya.

Pada waktu yang sama Pelaku Usaha Pabrik Tahu/Tempe di Desa Tungke, Kecamatan Bengo. Tepatnya di Jalan Poros Bone Sinjai diketahui bernama Edi mengatakan instansi terkait sudah turun pada pukul 12.00 Wita.

” Ini saya sementara menyiapkan bahan-bahannya apa yang diintruksikan oleh instansi terkait,” pungkasnya.

Edi juga mempersilahkan media untuk mengupdate berita terkait limbah-limbah Pabrik Tahu/Tempe yang diduga mencemari lingkungan, seperti bau dari hasil produksi usahanya mencari keuntungan.

Pabrik Tahu/Tempe lainnya yang diketahui beroperasi juga bermasalah dengan pembuangan limbah yang diduga mencemari lingkungan bahkan tidak mengantongi izin usaha dan turut Disidak yakni berada di Dusun Pammase, Desa Selli, Kecamatan Bengo. Pelaku usaha diketahui bernama Hj.Remi

Sultan selaku Kepala Desa Selli dalam konfirmasinya, mengatakan tempat pabrik Tahu Tempe yang beroperasi diwilayahnya diakuinya merupakan pelaku usaha yang terbilang nakal.

Sebelumnya usaha milik Hj.Remi ini beroperasi tidak jauh dari area persawahan masyarakat. Sebelum berpindah tempat karena dikomplain, dahulu limbah hasil produksi Tahu atau Tempe telah mencemari lingkungan.

“Limbah hasil pabrik tahu/tempe tersebut terbuang kesawah warga, hingga mengakibatkan tanaman padi warga rusak”, jelas Sultan, Selasa (17/10/2023).

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

3,001FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan