Anak Pertama Tewas Dicekoki Garam 2 Kg?, Anak Kedua Matanya Dicungkil !

3980

Gowa, batarapos.com – Dalih ikut aliran ilmu hitam, warga di Kelurahan Gantaran, Kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan nekat menghabisi nyawa anaknya sendiri untuk pesugihan.

Sehari setelah anak pertamanya tewas usai dicekoki garam dua kilogram, keluarga ini kembali berulah hendak mencungkil mata kanan anak keduanya (AP) dengan dalih mendapat bisikan pesugihan.

Itu diceritakan oleh Bayu paman korban kepada wartawan, bahwa saat kejadian, dirinya berusaha mengevakuasi korban namun dihalangi oleh pihak pelaku yang tak lain adalah ibu, ayah, paman, dan kakek korban sendiri.

Kakak korban meninggal karena dicekoki garam dua liter, alasannya pecah pembulu darah, sehari setelah dimakamkan, adeknya lagi yang dicongkil matanya, kami mau evakuasi saat pertama tapi kami dihalangi keluarga,” Ujar Bayu paman korban.

Bayu mengatakan bahwa, korban masih ada harapan untuk melihat kembali sesuai keterangan dokter pasalnya mata kanan korban masih merespon cahaya.

Kondisi mata mudah-mudahan katanya dokter masih bisa, soalnya katanya dokter masih bisa merespon cahaya” Kata Bayu.

Kasus ini tengah ditangani pihak Kepolisian, keempat pelaku tengah menjalani pemeriksaan, untuk ayah dan ibu korban tengah menjalani pemeriksaan kejiwaan di RS Dadi Makassar, sementara kakek dan paman korban masih dalam pemeriksaan kepolisian.

Pelaku beralusinasi ada yang merasuki mata korban sehingga mencungkil mata kanan korban, karena pelaku diduga mengikuti ilmu hitam berupa pesugihan, Untuk kakak korban sudah meninggal satu hari sebelum kejadian, dan tim penyidik sedang mendalami tentang kejadian tersebut, dan penyidik memeriksa saksi-saksi apakah ada kekerasan terhadap kakaknya juga atau tidak” ungkap AKP. Bobby Rachman Kasat Reskrim Polres Gowa.

Keempat pelaku saat hendak mencungkil mata korban, masing-masing berperan, untuk ibu (H) berperan mencungkil mata korban, ayah (T) dan kakek (B) berperan memegang tangan dan kaki korban, sementara paman (S) berperan memegang kepala korban. (Yusri).

SebelumnyaJalan Tani Dibangun Swadaya, Sekcam Lamuru: Kita Upayakan Anggarkan Tahun Depan!
SelanjutnyaPimpin Apel, Sekda Tekankan Absensi Online Harus Foto Wajah