Aneh ! Nilai Tertinggi Tes PPPK di Luwu Timur Tidak Lulus, Aturan Berubah Dadakan ?

2219

Luwu Timur, batarapos.com – Miris nasib Sumiati pendaftar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di TK Pembina Kalaena Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan mendapat nilai tertinggi namun tidak dinyatakan lulus.

Anehnya, peserta yang memiliki nilai urutan kedua dari Sumiati yakni Putu Rita Wiliani yang dinyatakan lulus, konon kelulusan nilai urutan kedua itu berdasarkan aturan yang berubah dadakan “mengutamakan sekolah induk”

Pertanyaannya ? Lantas untuk apa panitia seleksi PPPK menggelar tes atau ujian untuk menentukan kelulusan jika nilai tertinggi yang diperoleh pada tes yang digelar tidak diakui.

Mengacu pada total nilai hasil tes, Sumiati 700, Putu Rita Wiliani 423, Sinarwati 409 dan Hasnawati 358, total nilai hasil tes ini menunjukkan bahwa Sumiati memperoleh nilai tertinggi namun yang dinyatakan lulus adalah Putu Rita Wiliani.

” Iya pak nilai saya paling tinggi diantara empat orang yang ikut tes, tapi tidak lulus, katanya ada aturan baru diutamakan sekolah induk, padahal aturan awal yang menentukan nilai, andai saya tahu kalau akan ada perubahan aturan, saya tidak mendaftar,” Ucap Sumiati kepada batarapos.com dengan nada sedih, Minggu (10/10).

Sumiati adalah guru TK Neg Pembina Tomoni namun sekolah tersebut tidak memiliki kuota PPPK sehingga Sumiati memilih Kalaena untuk mendaftar yang memiliki kuota.

Sementara pihak BKPSDM Luwu Timur dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.

Sebuah pengumuman yang diposting oleh akun facebook Erna Variana di group Kemdikbud Info, 9 jam yang lalu seolah sebagian pendaftar PPPK melakukan penyerobotan, postingan itu mendapat ratusan komentar netizen.

“KALAU INGIN LOLOS DITAHAP KE 2. CARILAH INFO JIKA MEMANG DISEKOLAH TUJUAN YG ANDA INGINKAN INI TIDAK ADA GURU HONORNYA. PERCUMA BAPAK IBUUU…. KARNA PRIORITAS SEKALI LAGI… SAYA SAMPAIKAN MENURUT PASAL P3K INI DIPERUNTUKKAN UNTUK YG ADA DISEKOLAH INDUK. KARNA MEMANG ADA FORMASINYA. TIDAK BOLEH BAGI KITA MENYEROBOT HAK MILIK ORANG LAIN🙏. NAAAHH… KALO SUDAH DIRASA AMAN.. TIDAK ADA GURU HONORNYA BARULAH KITA AMAN.DAN PASTINYA NANTI KITA AKAN BERSAING DENGAN YG BERADA DI LUAR SEKOLAH KITA JUGA.
FIX!! SILAHKAN DIPAHAMI YA❤️” Tulis akun Facebook Erna Variana.

Tim batarapos.com

SebelumnyaNenek 70 Tahun di Luwu Timur Lapor ke Polisi, Mengaku Diperkosa !
SelanjutnyaHari Kedua, Kecamatan Nuha Lokus Jadi Lokus Penilaian Tim Verifikasi KKS Nasional