Bersama Kepala Sekolah dan GTK SD, Plt. Kadis Dikbud Deklarasi dan Komitmen Stop Kekerasan Seksual

Luwu Timur, batarapos.com – Tingginya kasus kekerasan seksual kepada anak di Kabupaten Luwu Timur membuat Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), H. Basruddin melakukan Deklarasi dan Komitmen Bersama Kepala Sekolah dan GTK Jenjang SD Kabupaten Luwu Timur dengan tagline “Stop Kekerasan Seksual, Perundungan dan Intoleransi”.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan sebuah spanduk pada acara Rapat Koordinasi yang dirangkaikan dengan pelepasan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lutim yang akan memasuki masa Purna Bhakti, yang digelar di Pantai Ujung Suso, Kecamatan Burau, Rabu (27/09/2023).

Plt. Kepala Dinas Dikbud Lutim, H. Basruddin mengucapkan terima kasih kepada jajaran Dinas Dikbud dan Kepala Sekolah karena selama ini telah banyak dilakukan selama dirinya berada di lingkup Dinas Pendidikan.

” Alhamdulillah, kegiatan-kegiatan kita selama ini telah terlaksana dengan baik, insya Allah, ke depan program-program yang telah dituangkan dalam DPA kita, terus dilanjutkan,” tegasnya.

Lanjut Basruddin, hari ini kita akan melaksanakan deklarasi dan komitmen bersama terkhusus untuk teman-teman di satuan pendidikan sekolah dasar (SD), sebagaimana yang telah disampaikan ibu Kepala UPTD PPA Lutim bahwa kekerasan pada anak dari tahun ke tahun mengalami peningkatan di Luwu Timur.

” Dari data PPA, kekerasan pada anak sudah tercatat ada 26 kasus baik itu pelecehan seksual maupun lainnya, sehingga kita berharap, dengan deklarasi pada hari ini dapat mengurangi bahkan sampai tidak ada lagi kasusnya,” harapnya.

Kepala Dinas Dikbud menjelaskan, kegiatan ini terinspirasi dari penyampaian bapak Bupati Luwu Timur pada saat mengunjungi Dinas Dikbud beberap waktu lalu, dimana beliau menyampaikan agar Dinas Pendidikan ada Aksi disetiap tanggal 2 bulan berjalan yang terinspirasi dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

” Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan hari ini, kita berharap ini terus berkelanjutan dengan menggelar Aksi di tanggal 2 november yakni aksi untuk jenjang SMPN, begitu juga di tanggal 2 Desember ada Aksi untuk Bidang TK dan PAUD, sehingga betul-betul menjadi bulan aksi yang bisa kita laksanakan,” terang Basruddin.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lutim, Firawaty mengungkapkan, di Luwu Timur ini, selain darurat narkoba, juga sangat darurat seksual anak, karena dari tahun 2017 sampai 2023 ini, paling banyak kasus yang terjadi ialah kasus seksual anak, baik itu yang dilakukan oleh orang tua kandung, tetangga, dan om dari si anak.

” Tapi belum pernah saya temukan kasus tersebut dilakukan oleh seorang kakak, meski begitu, jangan menganggap remeh kasus ini,” tegas Fira.

Ia melanjutkan, selain kasus anak, di UPTD PPA juga telah menangani kasus perempuan seperti korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Firawati menjelaskan bahwa, UPTD PPA Lutim ini hanya berbasis laporan, jadi jika ada kasus silahkan laporkan dan tim akan turun, tim selalu standby 1×24 jam.

Sekali lagi kepala UPTD PPA Lutim menegaskan agar jangan menganggap remeh kasus seksual anak ini, karena setiap saat mereka menerima laporan, dimana yang banyak terjadi saat ini anak-anak tingkat SD dan SMP.

” Hari ini kami juga akan membagikan sebuah brosur kepada para Kepala Sekolah dan seluruh yang hadir pada deklarasi ini agar jika nantinya menemukan kasus kekerasan apapun terhadap anak agar melaporkannya ke contak person yang ada pada brosur tersebut dan semua identitas pelapor dijamin tidak akan dipublikasi,” tutup Firawaty.

Hadir pada kesempatan ini, mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lutim, La Besse, para Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Pamong Dinas Dikbud Lutim, dan para Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).

Sumber : Kominfo-SP

BERITA TERKINI

JARINGAN SOSIAL

3,001FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan