2 Maret 2024, 10:21 pm

Diduga Salah Penanganan, Pasien Bersalin di Puskesmas Wawondula Pendarahan Hingga Kritis !

Luwu Timur, batarapos.com – NR (24) warga jalan Cendana, Dusun Belira, Desa Matompi diduga jadi korban salah penanganan di Puskesmas Wawondula, kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Pasien saat ini mengalami kritis di Rumah Sakit Primaya PT. Vale Sorowako, setelah dirujuk dari Puskesmas Wawondula usai mengalami pendarahan hebat pasca bersalin, Kamis (23/2/23) lalu.

Keluarga pasien menjelaskan bahwa pasien saat dibawa ke Puskesmas Wawondula kondisinya sehat, pasalnya pasien melahirkan bayinya dalam keadaan normal tidak dicaesar, namun beberapa menit setelah melahirkan, pasien mengalami pendarahan hebat.

” Pasien melahirkan normal, tapi setelah dijahit pertama sekitar sepuluh menit itu langsung banyak darah keluar, bidannya bilang harus dijahit lagi karena banyak darah keluar, akhirnya dua kali dijahit, setelah dijahit itu diperban masih ada darah keluar tapi sudah tidak banyak sekali, setelah pendarahan itu, pasien sudah lemas,” Jelas Fitri keluarga pasien yang mendampingi pasien saat persalinan.

Keesokan harinya, pihak Puskesmas tiba-tiba mengakatan akan merujuk pasien karena kondisinya yang semakin memburuk sehingga hari itu juga pasien dirujuk.

Hal mengejutkan saat keluarga pasien mendengar pernyataan Perawat IGD Rumah Sakit Primaya PT. Vale yang mengatakan bahwa pasien salah penanganan saat di Puskesmas Wawondula.

” Satu malam di Puksesmas baru dirujuk, tiba-tiba bidan bilang katanya harus dirujuk, jadi kami minta di Rumah Sakit yang dekat, saat di Rumah Sakit Vale, katanya salah penanganan ini, bidannya bilang siapa yang jahit ini, salah jahit ini, bukan cuma saya yang dengar itu, banyak yang dengar, karena pendonor darah juga ada disitu,” Ungkap Fitri.

Ia mengatakan bahwa yang menangani pasien saat persalinan merupakan salah satu bidan senior di Puskesmas Wawondula, namun menurutnya ada dua bidan yang membantu persalinan saat itu.

” Bidan senior yang tangani pasien saat bersalin, bahkan yang jahit dua kali juga bidan senior, tapi memang ada saya lihat dua bidan yang baru, mereka masih diajar kalau saya perhatikan saat itu,” Tuturnya.

Suami pasien juga mengatakan bahwa kondisi istrinya saat ini memasuki hari ke 13 dirawat diruang ICU sangat kritis, sementara bayinya dalam keadaan normal dan sehat yang saat ini dirawat oleh keluarganya.

” Istri saya sekarang semakin kritis, katanya sudah koma, tidak respon apapun saat disapa maupun diraba, kalau bayinya sehat sekarang dirawat sama keluarga,” Kata Isul Suami pasien saat dikonfirmasi batarapos.com, Selasa (7/3/23).

Terpisah, Kepala Puskesmas Wawondula, Haerani mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan tindakan sesuai prosedur, pasien dirujuk atas dasar intruksi dokter.

” Anggota kami sudah melakukan tindakan sesuai dengan SOP dan setelah pasien melahirkan tidak ada indikasi pasien harus dirujuk, dan besoknya pada saat dokter visite diinstruksikan periksa HB dan hasil HBnya 6,7 jadi dokter instruksikan untuk dirujuk ke rumah sakit dan suaminya minta dirawat di PKM saja tetapi dokter tetap menyarankan untuk dirujuk rumah sakit,” Ujarnya.

Ia juga meminta agar masalah ini tidak dibesar-besarkan lagi lantaran tenaga kesehatan merupakan pelayan masyarakat yang sudah disumpah.

” Tabe mohon maaf pak, menurut saya masalah ini tidak perlu di besar-besarkan karena kami ini pelayan masyarakat yang sudah di ambil sumpah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan prosedur,” Harap Kapus Wawondula.

Tim batarapos.com

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

3,001FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan