Dinas Kelautan Gelar Pangan Beras Murah Batal Dilaksanakan, Ini Alasannya !

249

Luwu Timur, batarapos.com – Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur akan menggelar pangan atau jual beras murah dengan melibatkan Toko Tani Indonesia (TTI).

Kegiatan itu rencananya mulai dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2021 sampai tanggal 10 Mei 2021, di masing-masing Kecamatan di Kabupaten Luwu Timur.

Beras murah yang rencanya akan dijual itu dengan harga Rp. 8.800,/kg, pembeli atau masyarakat tidak dibatasi sehingga masyarakat boleh membeli sebanyak mungkin.

Namun kegiatan itu batal dilaksanakan, hal itu dikatakan langsung Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Luwu Timur (Agus Salim).

Alasan pembatalan kegiatan itu dikarenakan harga beras yang masih stabil atau normal jelang idul fitri.

“Kita sudah koordinasikan ke Camat masing-masing bahwa rencana kegiatan ini kita tunda dulu, karena harga beras di beberapa Kecamatan di Luwu Timur masih stabil jelang idul fitri bahkan harga beras sudah ada delapan ribu seratus rupiah per kilogram, ini kita lakukan mengantisipasi lonjakan harga beras” Kata Kadis Kelautan, Perikanan dan Pangan.

Menurut Agus Salim, kegiatan gelar pangan atau beras murah yang rencananya akan dilaksanakan itu adalah program Nasional sebagai bentuk pengendalian pangan atau harga beras yang kemungkinan melonjak jelang idul fitri.

Soal harga senilai Rp. 8.800,/kg merupakan penetapan dari tingkat pemerintah provinsi, penerapan harga itu agar menekan pedagang untuk tidak melakukan penjualan beras dengan harga tinggi.

“Kegiatan ini program nasional, ini sebagai bentuk pengendalian harga jelas idul fitri yang biasa melonjak, kalau harga itu memang penetapan dari Provinsi” Tuturnya.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan juga mengimbau masyarakat apabila harga melonjak agar melakukan pembelian di Toko Tani dengan Rp. 8.800/kg, harga itu tetap dan tidak akan berubah, sementara persediaan beras tersebut disiapkan pemerintah sebanyak 250 ton.

Persediaan beras di Toko Tani bukan hanya jelang hari raya namun persediaan itu terus ada, dan bukan untuk diperjualbelikan kembali. (**).

SebelumnyaBudiman Dukung Rencana Edukasi PA Malili Terkait Pernikahan Usia Dini
SelanjutnyaLepas Jenazah Warganya, Bupati Kembali Ingatkan Prokes Dan Larangan Mudik