Liputan : Tim
Kolaka, batarapos.com – Sebagai bagian dari Group Mining Industry (MIND ID), PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk penguatan ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Panen Bersama Demplot Padi Berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, yang merupakan kelanjutan dari program penanaman perdana pada November 2025 di tiga desa binaan PT Vale, yaitu Desa Puubunga dan Desa Pubenua (Kecamatan Baula), serta Desa Lemedai (Kecamatan Tanggetada).
Ketahanan pangan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian pangan sebagai prioritas nasional. Komitmen ini juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Kegiatan panen bersama ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, jajaran Forkopimda, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yaitu Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti, S.E., M.Si.
CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa program demplot ini merupakan bagian dari pendekatan holistik perusahaan dalam membangun keberlanjutan, yang tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat.
“ Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi kami. Program demplot padi berkelanjutan ini merupakan bagian dari pendekatan holistik kami untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan, ” ujar Bernardus.
Ia menambahkan bahwa program ini juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, dan kelompok tani dapat menciptakan solusi nyata yang mendukung agenda pembangunan nasional.
Program demplot ini mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang presisi, adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal, serta ramah lingkungan. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, serta lembaga riset pertanian.
Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional. Pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan pembelajaran komparatif mengenai efektivitas masing-masing metode budidaya.
Berbagai varietas unggul turut diuji dalam program ini, antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu, diterapkan pula inovasi teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu, yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang. Melalui sistem ini, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam, sehingga mampu mengurangi biaya benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga 50 persen.
Head Eksternal Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma, yang turut hadir dalam kegiatan panen bersama tersebut menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.
“ Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani, ” ujar Endra.
Ia menambahkan bahwa model demplot ini diharapkan dapat menjadi laboratorium pembelajaran bersama yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Kolaka.
Sementara itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, S.Sos., MM mengapresiasi dukungan yang telah diberikan PT Vale. Menurutnya, jika semua perusahaan tambang dapat mendukung program ketahanan pangan, maka bisa dipastikan target pemerintah untuk swasembada pangan dapat terwujud.
“ Sinergi pemerintah dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan pangan, PT Vale salah satu perusahaan yang turut dalam program tersebut, tentunya apresiasi tinggi diberikan dan diharapkan perusahaan lain dapat mengikutinya khususnya di sektor pertambangan, perusahaan ini tidak hanya memikirkan bagaimana mengelola sumber daya alam tapi juga memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitarnya, ” ungkapnya
Hasil Panen Menunjukkan Perkembangan Positif
Panen bersama yang dilakukan menunjukkan capaian yang menggembirakan dan menandakan perkembangan signifikan dibandingkan pola budidaya sebelumnya.
Pada lahan organik seluas 10 are, khususnya varietas Trisakti, hasil panen mencapai 6,9 ton, menunjukkan bahwa metode organik dengan pendekatan presisi mampu menghasilkan produktivitas yang kompetitif sekaligus menjaga kesehatan tanah dan ekosistem.
Sementara itu, pada lahan konvensional seluas 26 are, total panen mencapai sekitar 15 ton, yang merupakan gabungan hasil dari enam varietas yang diuji. Adaptasi varietas-varietas tersebut terhadap kondisi lahan di Kolaka memberikan indikasi kuat bahwa kombinasi teknologi budidaya modern dan seleksi varietas unggul mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Selain peningkatan hasil produksi, program ini juga memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan intensif, mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, hingga pengendalian hama terpadu. Pendekatan ini bertujuan membangun sistem pertanian yang produktif sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Salah satu petani yang juga pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, Salmi, menyampaikan bahwa pendekatan pertanian organik memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya produksi.
“ Dengan sistem organik ini biaya produksi bisa lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu harga jual juga lebih baik, sehingga keuntungan yang kami peroleh meningkat. Dari sisi produksi, hasil yang kami dapatkan juga lebih tinggi dibandingkan metode konvensional sebelumnya, ” ujarnya.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Masyarakat
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale di sektor pertanian telah dijalankan secara konsisten sejak 2021, termasuk pengembangan metode SRI organik di wilayah Pomalaa. Hingga Oktober 2025, program ini telah melibatkan 55 petani, termasuk 9 petani perempuan, sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusivitas dalam pembangunan ekonomi lokal.
Melalui panen bersama ini, PT Vale kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui inisiatif pembangunan yang memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.
Ke depan, model demplot padi berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi secara lebih luas, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang kuat dan inovasi yang berkelanjutan, PT Vale percaya bahwa upaya bersama ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan di Kolaka, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung masa depan Indonesia yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.













