Liputan : Tim
Luwu Timur, batarapos.com – Disorot Warga, satu unit excavator melintas tanpa alas track di atas aspal di jalan penghubung Desa Teromu dan Koroncia, kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Rabu 17 Desember 2025.
Menanggapi laporan masyarakat, personel Polsek Mangkutana melakukan pengecekan langsung ke titik aspal yang dimaksud, demikian dengan meminta keterangan pihak pengelola excavator.
Kanit Reskrim Polsek Mangkutana, IPDA. Kasman menerangkan bahwa dirinya sudah mengecek lansung dan meminta keterangan pengelola yang rupanya alat tersebut akan mengerjakan proyek normalisasi.
” Kita sudah cek, katanya jalan aspal statusnya jalan inspeksi yang merupakan kewenangan balai, yang suruh kerja juga pihak balai,” Kata Kanit Reskrim Polsek Mangkutana.
Terpisah, ketua Unit Pengelola Irigasi (UPI) kalaena, Muhammad Nasir dihubungi batarapos.com mengungkapkan bahwa jalan penghubung desa tersebut bukan jalan umum untuk masyarakat.
” Apanya mau dipersoalkan, itu jalan inspeksi bukan jalan umum, hanya kebijakan yang diberikan sehingga bisa dilalui masyarakat, yang dikerjakan proyek balai yang suruh kerja alat juga pihak balai jadi jalan itu urusan balai,” Ungkapnya.
Diminta tanggapannya soal traveling excavator ratusan meter di atas permukaan aspal tanpa alas track, Muhammad Nasir dengan tegas tidak mempersoalkan jika ada kerusakan aspal yang timbul akibat excavator tersebut.
” Itu jalan inspeksi kami, mau rusak atau terkupas juga tidak masalah, ini susah sekali kita urus baru bisa ada pekerjaan masuk Disini, kalau mau dipersoalkan bisa puluhan tahun tidak direspon lagi permintaan masyarakat, ini yang dikerjakan normalisasi untuk masyarakat juga, kalau ini dihentikan yang rugi masyarakat,” Tegasnya.
Ditanya soal aspal yang dibangun saat itu bersumber dari mana, Muhammad Nasir sontak mengatakan jika itu bukan urusannya, yang pada intinya adalah jalan aspal tersebut menurutnya masyarakat hanya diberi kebijakan lewat.
Bahkan dirinya menjelaskan bahwa sepanjang jalan pinggir irigasi adalah jalan khusus operasional irigasi, bukan jalan umum untuk masyarakat.
” Soal itu bukan urusan saya, yang jelas nya jalan itu jalan khusus operasional irigasi, bukan jalan umum, pokonya semua jalan yang dekat irigasi itu jalan khusus, masyarakat hanya diberi kebijakan untuk lalui, kalau pun ada kontaktor yang merusak kami suruh perbaiki,” Dalihnya.
Jalan aspal mulai dari desa Sindu Agung, desa Teromu dan Desa Koroncia kecamatan Mangkutana yang berada di sisi irigasi adalah status jalan inspeksi, khusus operasional irigasi dan bukan jalan umum menurut dia.













