Gedung Sekolah Dasar Tellu Limpoe Terbengkalai, Tenaga Pengajar Hanya Satu

9

Bone, batarapos.com – Berada ditengah pelosok hutan belantara atau lebih tepatnya di Dusun Umpungeng, Desa Gaya Baru, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone berdiri sebuah gedung mirip Sekolah.

Terkesan tidak terawat dan nyaris terbengkalai yang berada persis sebuah lereng Gunung di Desa tersebut.

Nampak dari samping bangunan sekolah itu berdiri sebuah plang dari kayu bertuliskan “Pemerintah Kabupaten Bone Dinas Pendidikan SD/Inpres 3/77 Gaya Baru Kecamatan Tellu Limpoe” yang berlatarkan warnah hitam dan putih.

Gedung yang diperkirakan berukuran sekitar kurang lebih 7×30 meter persegi itu kemudian diskat dengan kayu papan sehingga terbagi menjadi 4 ruangan, dimana 3 ruangan lainya diperkirakan masih difungsikan untuk proses belajar mengajar para siswa siswi di kampung tersebut.

Hal ini terlihat diatas pintu ruang yang bertuliskan kelas I (dan), Kelas II, ruangan kedua bertuliskan kelas III (Dan), kelas IV begitu juga ruangan ketiga juga bertuliskan kelas V (dan), kelas VI.

Didalam ruang tersebut juga masih terlihat bangku dan meja dengan kondisi sudah lapuk yang kemungkinan besar milik pemerintah yang kemudian difungsikan oleh para pelajar untuk digunakan saat proses belajar berlangsung.

Selain kursi dan meja belajar yang lapuk dimakan usia, lantai sekolah tersebut juga sudah bolong-bolong, begitu juga kondisi dinding yang terbuat dari kayu sebahagian sudah terlepas dan atap plafon ruangan juga mengalami hal serupa dan juga dipastikan tidak ada fasilitas yang memadai disekolah ini.

Menurut informasi salah satu warga di Dusun tersebut menuturkan sekolah dasar tersebut masih difungsikan, namun semenjak wabah pandemik virus Corona (Covid-19) aktivitas belajar di sekolah sementara tidak berlangsung.

Sudah lamami ini sekolah, satu ji gurunya (Tenaga pengajar), itu rumahnya gurunya (Sambil menunjuk salah satu rumah yang tidak jauh dari sekolah tersebut)”, beber warga.

Sungguh ironis bangunan gedung Sekolah Dasar yang sudah puluhan tahun pasca mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK), dari pemerintah, kini kondisinya terkesan terbengkalai dan tidak mendapatkan perhatian serius lagi oleh pemerintah.

Para pelajar hanya bisa pasrah belajar dengan suasana gedung kondisinya buruk rupa itu, mimpi mereka untuk belajar dengan nyaman sepertinya belum terwujud.

Kepala Desa Gaya Baru A. Mappaelori dalam konfirmasinya kepada batarapos.com, Jumat 28, Agustus 2020 kemarin sedikit menceritakan keberadaan gedung sekolah yang berada diwilayahnya itu.

Dimana awalnya, sekolah ini hanyalah bangunan yang terbuat dari tiang bambu serta  beratapkan daun alang-alang. Namun berkat perjuangan kala itu anggaran pun berupa Dana Alokasi Khusus (DAK), dari Provinsi Sulawesi Selatan sekitar 10 tahun silam dikuncurkan untuk pembangunan sekolah tersebut.

“Dulu tiangnya bambu atapnya alang-alang toh dulu disitu sampai kelas III, masuk kelas IV turun mi kesini (Ibu kota Kecamatan), semenjak pembanguanan  gedung ini (10 tahun silam), belum pernah dapat bantuan lagi“, beber Kades Gaya Baru saat disambangi dikediamanya.(Yusri).