Liputan : Yusri
Pangkep, batarapos.com – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, Menteri Perhubungan, Duby Purwagandhi dan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii bertolak di posko SAR pencarian pesawat ATR42-500 di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin 19 Januari 2026.
Rombongan pejabat nomor 1 di Sulawesi Selatan tersebut tiba di posko SAR sekitar pukul 09:00 wita dan langsung meninjau langsung sekitaran TKP di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, tepatnya gunung Bulusaraung.
Dalam keterangannya Gubernur Sulsel tentunya akan memaksimalkan proses pencarian para korban penumpang pesawat ATR42-500 dengan bekerjasama pihak TNI- Polri, Basarnas dan BPBD serta relawan melalui jalur darat dan Udara.
” Kami menghimbau kepada lapisan masyarakat untuk mendoakan yang terbaik dan bersabar, mengingat kondisi medan dan cuaca tidak memadai, ” terang Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Usai bertolak di posko Induk di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, sekitar pukul 12:30 wita, rombongan Gubernur Sulsel kembali bertolak di posko tim SAR di kantor Camat Balocci di Kelurahan Balleanging yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan darat dari posko Induk.
Sebelumnya diberitakan, Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport berhasil terdeteksi gabungan Tim SAR di kawasan puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) , Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).
Pesawat dengan rute penerbangan Yogyakarta- Makassar yang dipiloti Andy Dahananto, serta didampingi CO-Pilot Muhammad Farhan Gunawan hilang kontak. Sabtu 17 Januari 2026 sekitar pukul 13:17 wita saat mengudara di wilayah Kabupaten Maros.
Pesawat ATR 42-500 tersebut juga mengangkut 10 orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Berikut nama kru dan penumpang pesawat ATR 42-500 yang terdiri dari.
Kru:
1. Kapten Andi Dahananto,
2. Muhammad Farhan Gunawan
3. Hariadi
4. Restu Adi
5. Dwi Murdiono
6. Florencia lolita
7. Esther Aprilita
Sementara 3 orang penumpang lainnya yang merupakan rombongan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), masing-masing bernama:
1. Ferry Irrawan
2. Deden Mulyana
3. Yoga Nauval












