Liputan : Rudini
Morowali Utara, batarapos.com – Suasana sederhana dan penuh kekeluargaan mewarnai silaturahmi Kapolres Morowali Utara AKBP Junaidy Anthonius Weken, S.I.K. bersama Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira K., S.Pd., M.Pd., Kamis malam (27/8/2026).
Pertemuan berlangsung di sebuah rumah sederhana di kawasan Tanggul Pelangi, Jalan Pelita, yang menghadap kawasan Teluk Tomori. Kapolres Junaidy datang didampingi Kasat Intelkam AKP I Wayan Suwidana, S.H., dan Kapolsek Petasia Iptu Theodorus Risupal, S.H., M.SAP.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi antara jajaran kepolisian dengan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Morowali Utara.
Wabup Djira menyambut hangat kedatangan Kapolres beserta rombongan. Ia mengapresiasi silaturahmi tersebut sebagai langkah penting dalam membangun sinergi antar pimpinan daerah.
“ Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bapak Kapolres beserta rombongan yang datang untuk bersilaturahmi. Ini penting untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dalam menjaga Morowali Utara tetap kondusif, ” ujar Djira.
Pertemuan yang berlangsung sekitar 90 menit itu membahas berbagai hal, mulai dari situasi keamanan dan ketertiban hingga dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat Morowali Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Djira juga hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat sekaligus Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Morowali Utara.
Kapolres Junaidy mengapresiasi kondisi kehidupan masyarakat Morowali Utara yang dinilainya memiliki tingkat toleransi antarumat beragama serta sikap saling menghormati antaretnis yang baik.
“ Saya bangga melihat tingginya toleransi antarumat beragama dan sikap saling menghormati antaretnis di Morowali Utara. Ini menjadi dasar penting dalam menjaga kondusivitas di tengah masyarakat yang majemuk, ” kata Junaidy.
Setelah sekitar 90 menit berbincang dalam suasana santai dan penuh keakraban, Kapolres bersama rombongan kemudian berpamitan.
Meski berlangsung jauh dari suasana formal, pertemuan tersebut menyampaikan pesan penting bahwa menjaga keamanan, ketertiban, toleransi dan kerukunan di Morowali Utara membutuhkan komunikasi serta kepedulian bersama antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat.











